Pemerintah sediakan rumah murah bagi karyawan Masjid Istiqlal
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menghadiri penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Bank BTN dengan Badan Pelaksana Pengelola Masjid istiqlal tentang Penyediaan Pembiayaan Perumahan Subsidi bagi imam, Mu'adzin, dan Karyawan Masjid lstiqlal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menghadiri penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Bank BTN dengan Badan Pelaksana Pengelola Masjid istiqlal tentang Penyediaan Pembiayaan Perumahan Subsidi bagi imam, Mu'adzin, dan Karyawan Masjid lstiqlal.
Program ini dilaksanakan melalui unit usaha syariah (USS) dan menjadi program piloting KPR subsidi syariah bagi imam, muadzin dan karyawan Masjid Istiqlal dengan uang muka 1 persen dan cicilan murah senilai Rp 780.694.
"Cicilan itu diharapkan mampu membantu bagi para pengelola masjid untuk menjalankan tugas," kata Sri di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (21/6).
Dia menjelaskan, pengadaan perumahan subsidi merupakan salah satu cara pemerintah untuk mewujudkan cita-cita pemerintah dalam mengadakan sejuta rumah rakyat dengan memberi bantuan uang muka (BUM), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan subsidi bunga KPR.
"Sasaran utama dari program ini adalah untuk memberi akses pembiayaan perumahan yang murah dengan uang muka rendah dan cicilan ringan sehingga terjangkau bagi masyarakat," imbuhnya.
Pemerintah dan DPR telah menetapkan UU nomor 4 tahun 2016 tentang tabungan perumahan rakyat (TAPERA) yang bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk memenuhi pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau.
"Kita tentu saja menyadari masih banyak masyarakat yang membutuhkan pembiayaan rumah yang terjangkau. Oleh karena itu saya berterimakasih pada Kementerian BUMN salah satunya Bank BTN sebagai salah satu Bank BUMN yang menyalurkan kredit subsidi untuk perumahan," jelas Sri.
Dengan adanya pengadaan rumah tersebut, diharapkan akan semakin banyak rumah yang dapat dibangun di Indonesia. Hal tersebut demi mewujudkan terbangunnya perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.
"Saya harapkan dengan sistem ini akan memberi harapan positif bagi masyarakat Indonesia mendapat rumah yang terjangkau, yang baik kualitasnya, dan tentu pada akhirnya akan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," pungkasnya.
Baca juga:
Dukung pemerintah Jokowi, REI bangun 210.000 rumah subsidi
Prajurit TNI dan Polri jadi prioritas dapat rumah subsidi
Anies Baswedan sebut DP 0 rupiah bisa buat rusun atau rumah tapak
Pemerintah Jokowi sudah bangun 240.000 rumah murah, DP 1 persen
Pembeli akui rumah murah BTN masih punya kekurangan
Ini syarat agar masyarakat dapat membeli rumah murah
Resmikan rumah murah, Jokowi curhat 9 tahun tinggal di kontrakan