Pemerintah puji cara OSCT Indonesia atasi tumpahan minyak di laut
Menurut JK, lingkungan saat tini menjadi salah satu hal penting yang jadi perhatian dunia. Oleh karena itu, semua perusahaan harus menjaga kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, JK mengapresiasi kemampuan OSCT Indonesia dalam mengatasi persoalan tumpahan minyak dan bahan kimia yang sulit diatasi.
Wakil Presiden Jusuf Kalla bercerita mengenai pentingnya menjaga lingkungan di era saat ini. Lingkungan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dunia, jika ada penentangan terhadap lingkungan maka dunia akan segera beraksi.
Selain lingkungan, dua hal lain yang menjadi perhatian dunia adalah masalah demokrasi dan hak azasi manusia.
"Jadi siapapun yang bertentangan dengan arus pemikiran demokrasi, penghormatan terhadap HAM, dan perusakan lingkungan hidup, akan berhadapan dengan masyarakat dunia. Kita masih ingat bagaimana (sumur minyak) BP yang jebol dan mencemari Teluk Mexico, BP harus mengeluarkan dana miliaran dolar Amerika Serikat untuk membayar ganti rugi kerusakan lingkungan hidup. Bahkan burung-burung yang mati pun dihitung, berapa ekor yang mati," kata Jusuf Kalla di Jakarta beberapa waktu lalu.
Fokus pada sektor lingkungan, Wapres JK mengapresiasi kemampuan OSCT Indonesia dalam mengatasi persoalan tumpahan minyak dan bahan kimia yang sulit diatasi, yang biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dari luar negeri. "Walaupun sebenarnya kita berharap ini semua tidak terjadi tumpahan," kata Wapres.
Tapi, lanjut JK, bencana tumpahan minyak bisa terjadi kapan saja. Apalagi eksplorasi minyak di Indonesia, dan dunia, sumur pengeborannya banyak di lepas lantai. Sehingga kemungkinan terjadinya tumpahan minyak, tetap ada.
Meski saat ini kebutuhan akan minyak sudah dikurangi renewable energy, tapi untuk memenuhi kebutuhan transportasi dan industri, permintaan akan minyak tetap tinggi. Sehingga risiko tumpahan minyak dalam transportasi dan kegiatan di pelabuhan, selalu ada.
"Ini sama dengan asuransi. Maka harus berhati-hati sebelum terjadi. Saya menghargai kemampuan Tim Pak Bayu, dan berharap semoga OSCT Indonesia selalu berkembang."
Selain memberikan penghargaan kepada OSCT Indonesia, JK juga meminta kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, untuk menghindari perusahaan membayar triliunan Rupiah jika terjadi tumpahan minyak, maka tentu harus mempunyai persiapan yang cukup, pengetahuan yang cukup dan kerja sama yang baik.
Chairman OSCT Indonesia, Bayu Satya mengemukakan, dalam industri penanggulangan tumpahan minyak, baik jasa maupun produk peralatannya sudah bisa disediakan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia. Akan tetapi dalam penggunaan jasa dan produk peralatan tumpahan minyak, masih ada oknum pejabat negara yang memilih produk impor. Jelas hal itu berlawanan dengan semangat memajukan industri dalam negeri.
"Padahal, pemerintah telah menerbitkan beberapa ketentuan agar semua pembelanjaan yang menggunakan APBN dan APBD, harus menggunakan produk dalam negeri, sejauh jenis barang yang dibutuhkan sudah diproduksi di dalam negeri dengan kualitas berstandar SNI," kata Bayu.
Baca juga:
Ini syarat Menteri Jonan untuk PLN jika ingin impor gas
Harga minyak dunia turun dipicu kekhawatiran kelebihan pasokan
PLN sebut izin impor gas bertujuan agar harga dalam negeri turun
Presiden Jokowi izinkan industri impor gas secara langsung
Jonan: APBN kaget ada kelebihan Rp 40 triliun di skema cost recovery