LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah Optimistis Ekonomi RI 2022 Tumbuh 5,2 Persen, ini Alasannya

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,2 persen pada 2022. Meski saat ini tengah dibayangi ancaman inflasi.

2022-08-02 11:52:44
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,2 persen pada 2022. Meski saat ini tengah dibayangi ancaman inflasi.

"Untuk pertumbuhan ekonomi kita masih optimis mencapai 5,2 persen di 2022," katanya dalam webinar Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (2/8).

Menko Airlangga menerangkan, optimisme pertumbuhan ekonomi tinggi tersebut dipengaruhi oleh kian membaiknya penanganan pandemi Covid-19. Antara lain dengan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia.

Advertisement

Selain itu, demand/konsumsi juga terus menunjukkan peningkatan seiring dengan membaiknya indikator utama konsumsi, investasi, dan sektor eksternal. Kemudian, peningkatan harga komoditas global (kelapa sawit dan batu bara) juga mendorong penerimaan negara.

"Selanjutnya, neraca perdagangan kita masih positif. Dalam periode Januari-Juni 2022 mendekati USD 24,39 miliar. Ini meningkat dua kali lipat dibandingkan periode Januari sampai Juni 2021. Kemudian Rupiah dan IHSG masih relatif terkendali," imbuhnya.

Advertisement

Posisi Cadangan Devisa

Menko Airlangga menambahkan, cadangan devisa Indonesia juga cukup memadai mencapai USD 136,4 miliar hingga akhir Juni 2022. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2022 sebesar USD 135,6 miliar.

Menurutnya, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Meski begitu, Menko Airlangga tetap mewaspadai sejumlah risiko yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini. Misalnya permasalahan geopolitik dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina, krisis energi global dan supply energi, normalisasi suku bunga negara maju, disrupsi rantai pasok, hingga ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.