Pemerintah Minta Penggunaan Aspal Buton Ditingkatkan
Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengatakan dalam pertemuan tersebut Menko Luhut meminta agar penggunaan aspal dalam negeri milik PT Buton Asphalt Indonesia (BAI) atau aspal Buton lebih ditingkatkan produksinya. Sehingga, tidak perlu lagi melakukan impor aspal dari negara luar.
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memanggil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi kekantornya Jakarta untuk menindaklanjuti rencana pemerintah dalam peningkatan penggunaan aspal dalam negeri.
Ditemui usai rapat, Ali Mazi mengatakan dalam pertemuan tersebut Menko Luhut meminta agar penggunaan aspal dalam negeri milik PT Buton Asphalt Indonesia (BAI) atau aspal Buton lebih ditingkatkan produksinya. Sehingga, tidak perlu lagi melakukan impor aspal dari negara luar.
"Tadi diminta Pak Menko (Luhut) menggunakan aspal buton. Kita tidak perlu impor lagi," katanya saat ditemui di Kementerian Kemaritiman, Jakarta, Senin (27/5).
Dia mengatakan, penggunaan aspal asal impor di dalam negeri sendiri telah mencapai 75 persen. Sementara, produksi aspal Buton baru mencapai 25 persen atau sebanyak 1,3 juta dari kebutuhan yang terpakai di dalam negeri.
"Dari 1,3 juta ton digunakan aspal Buton baru 25 persen. Kalau perlu dibalik, 75 kebutuhan aspal Buton," katanya.
Dia menyebut salah satu penyebab rendahnya penggunaan aspal Buton di dalam negeri karena persepsi masyarakat mayoritas menganggap aspal minyak lebih baik. Padahal secara uji kualitas aspal Buton lah yang lebih unggul.
"Ternyata setelah diuji kualitasnya lebih baik aspal Buton, daya tahan lebih bagus, dan juga potensi sumber daya alam," katanya.
Sementara itu, dari segi harga sendiri penggunaan aspal Buton juga jauh lebih murah ketimbang aspal minyak yang didatangkan melalui impor. "Pasti lebih murah aspal Buton," pungkasnya.
Baca juga:
Redam Impor dari China, Kemenperin Bakal Terapkan Aturan Kacamata Wajib SNI
Banyak di Jakarta, Brand-Brand Indonesia ini Dikira dari Luar Negeri
Kemenperin Fasilitasi 411 IKM Bikin Desain Kemasan dan Merek yang Apik
Indonesia Promosi 10 Bali Baru dan Produk Batik di Afrika Selatan
Buka Pameran Produk Narapidana, JK Goreskan Angka 1 Warna Kuning di Kanvas
Melihat Berbagai Produk Unggulan Karya Narapidana