Pemerintah Masih Susun Kepemilikan Saham untuk Holding BUMN Rumah Sakit
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membentuk Holding rumah sakit (RS) yang akan membawahi 64 rumah sakit milik 15 perusahaan pelat merah. Rencana konsolidasi BUMN rumah sakit tahap pertama akan mulai berjalan Juni 2020 mendatang.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membentuk Holding rumah sakit (RS) yang akan membawahi 64 rumah sakit milik 15 perusahaan pelat merah. Rencana konsolidasi BUMN rumah sakit tahap pertama akan mulai berjalan Juni 2020 mendatang.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, pemerintah sedang menyusun struktur kepemilikan saham pada holding rumah sakit tersebut.
"Lagi dibuat semua, strukturnya gimana. Struktur modalnya juga, nanti masing-masing perusahaan yang nyetor rumah sakitnya akan punya saham di situ," ujar dia dalam sesi teleconference, Selasa (2/6).
Dia menjelaskan, saham Holding BUMN ini nantinya akan dikelola oleh PT Pertamina Bina Medika-IHC. Dengan catatan, tiap BUMN juga akan mendapat porsinya masing-masing sesuai besaran kepemilikan sahamnya.
"Manajemennya IHC, tapi kepemilikannya akan sesuai hitung-hitungan. Misalnya perusahaan ini punya rumah sakit, diserahkan sebagai kelolaan IHC. Itu adalah bagian dari kepemilikan saham masing-masing perusahaan," terangnya.
"IHC itu masing-masing perusahaan punya saham di situ," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, nantinya rumah sakit milik Pertamina dan PELNI lah yang akan membentuk konsolidasi agar fokus menjalankan bisnis sesuai core-nya. Konsolidasi ini tidak cuma bakal membawa perbaikan kinerja secara business-to-business namun juga pelayanannya terhadap masyarakat.
"Sekarang ini rumah sakit kalau dikonsolidasi akan ada 64 rumah sakit dengan 6.500 tempat tidur. Secara revenue diawali dengan Rp6,5 triliun, dan ke depannya bisa jadi akan Rp8 triliun (kalau dikonsolidasi). Tapi bukan itu pesannya, justru dengan ini supaya nanti bisnis rumah sakit yang tidak sesuai core-nya akan fokus di bidangnya," ujar Erick dalam acara Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (10/2).
Dia berharap, konsolidasi ini ke depannya akan memberi mapping pada rumah sakit soal prediksi kebutuhan rumah sakit yang tentu akan berubah-ubah setiap waktunya.
"Hari ini operasionalnya tidak menunggu kepemilikan, sudah mulai disinergikan operasionalnya. Apalagi penting sekali tercipta bisa memapping ke depannya perlu apa, misal CT scan, MRI, siapa tahu besok butuh berapa, sekarang ada berapa dan seterusnya," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pemerintah Telah Siapkan Dana Akuisisi 20 Persen Saham Vale Indonesia
Serangan Mafia di Tengah Tingginya Impor Bahan Baku Alat Kesehatan
Holding BUMN Farmasi Diyakini Bisa Tekan Impor Bahan Baku Alat Kesehatan
Konsolidasi Rumah Sakit BUMN Tahap Awal Dimulai Juni 2020
Bisakah Jiwasraya Masuk Holding BUMN Asuransi?
Skema Holding BUMN Perhotelan Rampung Juni 2020