Pemerintah Luncurkan Bali Kompendium, Pedoman Berinvestasi di RI
Kementerian Investasi meluncurkan Bali Kompendium sebagai panduan bagi para negara saat berinvestasi ke Indonesia. Pedoman ini diperlukan karena negara-negara maju tidak ingin negara berkembang mengalami progresivitas dalam investasi.
Kementerian Investasi meluncurkan Bali Kompendium sebagai panduan bagi para negara saat berinvestasi ke Indonesia. Pedoman ini diperlukan karena negara-negara maju tidak ingin negara berkembang mengalami progresivitas dalam investasi.
"Ada negara-negara yang merasa berhak mengatur negara lain, seolah-olah dia lahir duluan dan dia paling mengerti," kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalila di Bali, Senin (14/11).
Menurutnya, pola pikir seperti itu sudah usang diterapkan pada masa perkembangan global saat ini. Dalam berinvestasi, bukan hanya soal keuntungan yang didapatkan oleh para investor. Pertimbangan warga setempat, dampak berkelanjutan dari investasi juga menjadi variable pemerintah bersama United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dalam merumuskan Bali Kompendium.
"Kita rumuskan arah kebijakan investasi supaya kita hargai dengan adatnya konstitusi negaranya dengan kultur negaranya," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Menteri Investasi atas dukungan dan solidaritasnya terhadap negara berkembang lainnya. Kompendium Bali ini memuat berbagai pengalaman yang relevan terkait promosi investasi berkelanjutan.
"Kompendium ini hadir di waktu yang tepat saat dunia berada dalam krisis, ketimpangan yang parah, dan ketidakstabilan yang kronis. Kompendium ini menawarkan solusi cerdas untuk tantangan investasi yang kita hadapi" ungkap Rebeca.
Pada kesempatan ini, Kementerian Investasi juga juga meluncurkan Sustainable Investment Guidelines (SIG)/ Panduan Investasi Lestari, yang menjadi komitmen Pemerintah Indonesia terhadap ekonomi hijau.
Penyusunan Panduan Investasi Lestari ini merupakan hasil kolabarasi Kementerian Investasi/BKPM dengan Koalisasi Ekonomi Membumi, KADIN, APINDO, perwakilan dari organisasi masyarakat, akademisi, investor, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM.
Baca juga:
Butuh USD 26 Miliar, Ini Cara Pemerintah Tarik Investor ke Sektor Hulu Migas
B20 Summit Indonesia 2022 Tawarkan Kemudahan Investasi di Ibu Kota Baru Nusantara
Pembangunan Ibu Kota Negara Pakai Investasi ESG
Penurunan Produktivitas Sektor Industri Disebut Masih Bisa Ditoleransi
Aliran Investasi EBT di Negara Maju dan Berkembang Masih Belum Rata
Bahlil: Masa Depan Investasi di RI Cerah, Syaratnya Jaga Stabilitas