LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah Klaim 75 Persen Peserta Kartu Prakerja Cocok dengan Jenis Pelatihan

Penilaian yang diberikan peserta Kartu Prakerja ini akan menentukan rating jenis pelatihan yang dibuat oleh lembaga pelatihan. Sehingga makin turun ratingnya, pendapatan penyelenggara pelatihan kecil.

2020-05-20 22:06:02
Kartu Prakerja
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mencatat sudah ada 520 ribu peserta program Kartu Prakerja yang memberikan penilaian. Hasilnya, sebanyak 75 persen peserta mengaku berbagai jenis pelatihan ini sesuai dengan bakat dan pemintaan.

"Dari 520 ribu peserta, 75 persen menyatakan program sesuai dengan minat dan bakat," kata Airlangga dalam video konferensi bersama Kumparan, Jakarta, Rabu (20/5).

Penilaian yang diberikan peserta Kartu Prakerja ini akan menentukan rating jenis pelatihan yang dibuat oleh lembaga pelatihan. Sehingga makin turun ratingnya, pendapatan penyelenggara pelatihan kecil.

Advertisement

Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, harga paket pelatihan pada digital platform sudah turun. Rata-rata harga paket pelatihan sudah di bawah Rp500 ribu. Bahkan ada 3.600 pelatihan dari Sisnaker yang gratis.

"Ada 3.600 pelatihan dengan platform Sisnaker yang gratis dan bisa dipilih," kata dia.

Advertisement

Diharap Peserta jadi Wirausaha

Lewat program pembiayaan ini, diharapkan para peserta bisa menjadi wirausahawan baru dengan memanfaatkan teknologi. Sebab pemerintah melihat peluang ekonomi digital memiliki pasar yang besar. Potensinya mencapai USD 8 miliar. Potensi ini perlu dimanfaatkan oleh Indonesia.

Program ini juga sebagai cara pemerintah menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keahlian. Pemerintah juga bisa menjadi agen penyalur tenaga kerja ke luar negeri yang memiliki kantor resmi di Selangor, Malaysia.

"Indonesia juga bisa menjadi outsourcing tenaga kerja ke negara lain, beberapa platform digital kan punya kantor di Selangor," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.