Pemerintah Jokowi Buka Peluang Kerja Sama dengan Jepang Kelola Migas di Perairan RI
Rencana investasi tersebut masih berada di tahap awal. Saat ini, pemerintah sedang mempersiapkan dokumen-dokumen, dan studi untuk melakukan perjanjian investasi Jepang di sektor migas.
Pemerintah Jokowi-JK tengah mengkaji kemungkinan kerja sama dengan pemerintah Jepang, khususnya rencana investasi Jepang untuk eksplorasi dan eksploitasi migas di perairan Indonesia. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, di kantornya.
Turut hadir dalam rakor, Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Ina Hagniningtyas, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan, serta Wakil kepala SKK Migas Sukandar.
Menurut Ina Hagniningtyas, rencana investasi tersebut masih berada di tahap awal. Saat ini, pemerintah sedang mempersiapkan dokumen-dokumen, dan studi untuk melakukan perjanjian investasi Jepang di sektor migas.
"Masih awal sekali, jadi masih membahas para kementerian terkait. Kalau perjanjian itu kan harus ada studinya, jadi masih jauh sekali dari perjanjian," kata dia, di Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (1/4).
Dia menegaskan bahwa, pembahasan dalam rakor masih berupa rencana. Karena itu, kata dia, belum ada bentuk kongkret dari rencana Jepang berinvestasi di sektor migas di Indonesia. "Masih koordinasi awal sekali sih ya, jadi masih belum ada bentuknya," imbuh dia.
Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dituntaskan terkait pelaksanaan rencana tersebut. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci hal-hal apa saja yang saat ini sedang disiapkan pemerintah.
"Soal bagaimana tindak lanjutnya berikutnya setelah ini, karena kan seperti biasa lah kalau mau perjanjian bilateral kan selalu ada pending-pending yang harus diselesaikan sebelum perjanjian itu disusun dalam bentuk perjanjian," tandasnya.
Baca juga:
Perkuat Infrastruktur Gas Bumi, PGN Bangun Terminal LNG di Jawa Timur
SKK Migas Sebut Ada Investor Tertarik Ikut Garap Blok Masela
Harga Minyak Bervariasi Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global
Harga Minyak di Perdagangan Asia Turun Dipicu Sanksi AS pada Iran dan Venezuela
Tak Lagi Impor, AKR dan Vale Bakal Serap MFO dari Pertamina
Harga Minyak RI Belum Capai USD 70 per Barel