Pemerintah jajaki jadikan Maroko pintu masuk produk Indonesia ke Afrika
Pemerintah jajaki jadikan Maroko pintu masuk produk Indonesia ke Afrika. Mendag Enggar menyampaikan bahwa Maroko menginginkan agar perjanjian bilateral juga segera dilakukan. Melihat sikap delegasi Maroko yang begitu proaktif, Mendag Enggar yakin perjanjian bilateral bisa terlaksana pada tahun 2018 mendatang.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pertemuan dengan delegasi perdagangan Maroko. Pertemuan yang membicarakan masa depan perdagangan Indonesia dan Maroko tersebut berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.
Mendag Enggar mengatakan dalam pertemuan tersebut Maroko menawarkan diri sebagai pusat perdagangan produk-produk Indonesia untuk kemudian disebarkan ke pasar Afrika. "Kita (Indonesia dan Maroko) menyepakati Indonesia sebagai hub ke ASEAN dan Maroko menyatakan Maroko jangan dilihat hanya Maroko saja, tetapi sebagai hub ke Afrika," ungkapnya di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, Jumat (13/10).
Mendag Enggar pun menyampaikan sejauh ini pembicaraan belum secara spesifik membahas produk-produk apa saja yang dibutuhkan Maroko. Sebab, masih akan ada kunjungan lagi untuk pembahasan yang lebih dalam.
"Mereka mengundang. Ada kegiatan di sana. Kita akan datang, nanti kita akan bicara secara spesifik komoditi apa yang mereka butuhkan. Sekarang mereka lihat-lihat di sini (TEI 2017) apa yang mereka mau," kata dia.
Hal lain yang juga disampaikan delegasi Maroko adalah seputar kerja sama bilateral Indonesia-Maroko. Politisi Nasdem ini menyampaikan bahwa Maroko menginginkan agar perjanjian bilateral segera dilakukan.
"Mereka minta perjanjian segera dilaksanakan. Tahun ini kita akan segera kirimkan surat ke kementerian perdagangan Maroko untuk mengusulkan. Tahun depan ini jadi tambahan untuk kita lakukan perjanjian,"
Melihat sikap delegasi Maroko yang begitu proaktif, Mendag Enggar yakin perjanjian bilateral bisa terlaksana pada tahun 2018 mendatang. "Tergantung dari dua negara saja. Kalau melihat sikap proaktif mereka, mereka minta tahun depan selesai," tandasnya.
Baca juga:
Hari ke-3 TEI, pemerintah sepakati kontrak dagang Rp 669 M dengan 3 negara
TEI 2017 hadirkan kerajinan tangan narapidana, harganya sampai Rp 4,5 juta
Jokowi puji pertumbuhan ekspor non migas & perdagangan luar negeri RI
Tahun ini, RI tak impor jagung dari AS dan Argentina
464,5 Kg sarang walet dikirim ke China
Produk sarang walet Indonesia kuasai 72,31 persen pasar China
Ekspor produk mebel RI merosot di 2016, ini penyebabnya