Pemerintah incar pasar ekspor non tradisional anggota IORA
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk melakukan penetrasi pasar ekspor dari negara-negara anggota IORA. Mengingat beberapa di antara negara anggota tersebut merupakan pasar non tradisional bagi produk-produk dalam negeri.
Indonesia menjadi tuan rumah pertama untuk Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) pada 5-7 Maret mendatang. Sejak keketuaan IORA diserahkan kepada Indonesia 2015 silam, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, sudah merencanakan akan membawa IORA ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu tingkat kepala negara.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk melakukan penetrasi pasar ekspor dari negara-negara anggota IORA. Mengingat beberapa di antara negara anggota tersebut merupakan pasar non tradisional bagi produk-produk dalam negeri.
"Indonesia berpeluang membangun kemitraan dengan negara anggota IORA, dan pasar ekspor non tradisional. Dengan berbekal daya saing kita," kata Enggar seperti dikutip Antara, Jakarta, Jumat (3/3).
Dia menilai salah satu potensi ekspor adalah pasar Afrika. Tercatat, potensi tersebut mencapai USD 550 miliar pada 2016, namun realisasi ekspor Indonesia baru mencapai USD 4,2 miliar.
Selain itu, potensi lain adalah dengan pasar Timur Tengah yang mencapai USD 975 miliar, sementara realisasinya baru mencapai USD 5 miliar. "Hal ini membuktikan betapa strategisnya peran IORA dalam perekonomian dunia," imbuhnya.
Seperti diketahui, perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai USD 777 miliar atau naik 300 persen dibandingkan tahun 1994 yang sebesar USD 233 miliar.
Selain itu, Samudera Hindia merupakan 70 persen jalur perdagangan dunia, termasuk jalur distribusi minyak dan gas. Bahkan lebih dari setengah kapal kontainer dan dua per tiga kapal tanker minyak dari seluruh dunia melewati kawasan ini.
IORA mencakup kurang lebih 2,7 miliar penduduk atau sebanyak 35 persen penduduk dunia. Namun, perannya baru sebesar 12 persen dari pangsa pasar dunia, 10 persen PDB global, dan 13 persen tujuan penanaman modal asing (PMA).
Tercatat, sebesar 96 persen perdagangan intra-IORA dikuasai 6 negara, yaitu Singapura, Malaysia, India, Indonesia, Australia, dan Afrika Selatan. Beberapa negara yang tengah menjadi perhatian penting Pemerintah Indonesia dalam hal perdagangan adalah Bangladesh, Kenya, Mozambik, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan Iran.
Baca juga:
Cara anyar pemerintah Jokowi berantas praktik kartel harga daging
Pemerintah tingkatkan hubungan dagang Indonesia-Arab Saudi
Mendag bantah keluarkan izin impor cabai dari China dan India
Terobosan Mendag Enggar jalankan 3 mandat Jokowi bidang perdagangan
Menkeu janjikan anggaran Kemendag naik jika inflasi turun
Saat Jokowi sindir gerai RI di pameran dunia kerap dekat toilet
Cari pasar ekspor baru, mendag fokus negara penduduk di atas 60 juta