LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah gagal genjot investasi pertanian

Pemerintah daerah diminta lebih aktif menarik investor masuk ke bisnis pertanian.

2014-04-14 15:42:49
pertanian
Advertisement

Pertanian menjadi salah satu sektor usaha yang kurang diminati investor. Sepanjang 2009-2013, realisasi investasi domestik di sektor pertanian hanya Rp 37,7 triliun setara 9,6 persen dari total investasi di Indonesia. Sementara, investasi asing hanya USD 5,38 miliar (5,7 persen).

"Investasi masih jauh dari yang diharapkan, padahal potensi pertanian lebih besar (dari sektor lain)," ujar Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Senin (14/4).

Investasi yang minim membuat alih fungsi lahan pertanian menjadi sulit diatasi. Dampaknya, Indonesia terpaksa mengandalkan impor untuk menutupi kebutuhan pangan.

Advertisement

"Sektor ini seharusnya tetap penting, karena 38 persen angkatan kerja terserap ke sektor pertanian," kata Suswono.

Pemerintah selama ini coba mengarahkan investasi ke beberapa sub-sektor potensial. Semisal penyediaan pangan berkelanjutan, tenaga kerja, serta penyedia bahan baku industri.

Suswono meminta pemerintah daerah untuk lebih aktif menarik investor masuk ke bisnis pertanian. Dia melihat sejumlah usaha pertanian memiliki prospek cerah. 

Advertisement

Diantaranya, peremajaan kebun rakyat, khususnya sawit, kakao, teh, dan kopi.

Kemudian, pengembangan pupuk dan vaksin ternak organik menyusul kebutuhan pangan bebas pestisida dan bahan kimia lainnya meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah. "Di masa depan kita perlu cukup banyak pangan organik," tandasnya.

Lalu, transportasi ternak. Suswono heran bisnis tersebut tidak banyak diminati oleh investor. Padahal bisnis ini sangat menjanjikan seiring meningginya permintaan daging di Indonesia.

"Sistem distribusi ternak saat ini masih sangat memprihatinkan, biaya tinggi. Ini karena distributor kurang armada," ungkapnya.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.