Pemerintah Dorong Startup Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Baru
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah menargetkan potensi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp4.500 triliun. Saat ini, pemerintah tengah memperbaiki regulasi agar Indonesia tidak hanya menjadi market dunia tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk dunia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah menargetkan potensi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp4.500 triliun. Saat ini, pemerintah tengah memperbaiki regulasi agar Indonesia tidak hanya menjadi market dunia tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk dunia.
Untuk itu, pemerintah sangat mendorong startup untuk dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dengan cara penyelesaian isu-isu logistik yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya kerja sama antara startup teknologi agrikultur (agritech) asal Indonesia, GREENS dengan perusahaan teknologi asal Uni Emirat Arab (UEA) E-Tech Holding Company dalam mendukung ketahanan pangan kedua negara (food security).
"Dengan menghubungkan para produser seperti petani, nelayan, UKM kepada market agar tercipta sebuah ekosistem yang saling membutuhkan. Kami harap GREENS terus berkembang dan kami akan terus mendukung startup Indonesia," kata Erick di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (5/7).
Direktur & Co-Founder GREENSGeraldi Tjoa mengatakan, masalah ketahanan pangan (food security) menjadi landasan upaya Greens untuk membantu menghasilkan sumber pangan secara mandiri bagi penduduk serta dapat menjamin keberlangsungan masa depan ketahanan pangan negaranya.
GREENS berkomitmen melahirkan inovasi di bidang teknologi agrikultur seperti meta farming atau pertanian virtual yang dapat diikuti oleh setiap orang dan memampukan setiap orang untuk dapat menikmati hasil panennya sendiri walau tinggal di kota besar.
Untuk itu, Greens menciptakan inovasi teknologi agrikultur berbentuk pod (Greens pod) yang memanfaatkan sistem penanaman dalam ruangan, Blockchain, Artificial Intelligence (Al), dan Internet of Things (IOT) untuk menciptakan desentralisasi sumber pangan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
"Greens pod dapat mengatur suhu udara, kelembaban udara, pengaturan cahaya hingga perencanaan penanaman sumber pangan jangka panjang sehingga hasil panen terprediksi, lebih konsisten dan memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi," jelas Geraldi.
Karena bentuknya yang portabel dan moduler, Greens pod mudah ditempatkan di berbagai lokasi sehingga dapat menghasilkan hasil tanam yang dapat langsung dipanen, diolah dan dikonsumsi di tempat yang sama (hyperlocal food).
Greens yang telah berdiri sejak tahun 2019 berfokus untuk menciptakan jaringan sumber pangan hyperlocal berbentuk Greens outlet di setiap lingkungan melalui Greens pod platformnya untuk menghadirkan sumber pangan yang bergizi tinggi secara langsung kepada konsumen setempat. Konsumen Greens akan mulai mendapatkan pengalaman menikmati hidangan hyperlocal (hyperlocal gastronomy) di Greens Outlet yang akan segera hadir di Jakarta pada bulan Oktober mendatang.
Untuk menyebarluaskan jaringan sumber pangan hyperlocal ini, Greens juga berencana untuk menambah outlet ke berbagai kota di Indonesia dan juga ke Uni Emirat Arab dalam beberapa waktu ke depan.
(mdk/azz)