Pemerintah Diminta Perbarui Industri Manufaktur Hadapi Digitalisasi
Ekonom Indira Hapsari menilai, industri manufaktur Indonesia saat ini perlu mendapat perhatian khusus seiring kemajuan teknologi dan digitalisasi. Ini untuk mengurangi ketakutan masyarakat terhadap hilangnya lapangan pekerjaan dengan adanya perkembangan teknologi.
Ekonom Indira Hapsari menilai, industri manufaktur Indonesia saat ini perlu mendapat perhatian khusus seiring kemajuan teknologi dan digitalisasi. Ini untuk mengurangi ketakutan masyarakat terhadap hilangnya lapangan pekerjaan dengan adanya perkembangan teknologi.
"Namun sebenarnya ini tidak akan hilang. Sebenarnya lapangan pekerjaan masih tetap, hanya para pekerjanya harus dipersenjatai dengan kemampuan yang lebih baik," kata Indira dalam seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2019 di Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12).
Dia menyebutkan, industri manufaktur Indonesia disebut mengalami pelambatan pasca krisis yang terjadi 20 tahun silam pada 1998. Mulai era tahun 2000-an terdapat tren perlambatan dalam sektor manufaktur Indonesia. Namun sektor tersebut masih menjadi elemen penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, digitalisasi ekonomi harus dijadikan momen untuk kembali membangkitkan sektor tersebut. "Sebenarnya digital ekonomi punya potensi besar untuk lebih bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia jika didukung faktor-faktor yang tepat," ujarnya.
Sektor manufaktur menjadi penting dalam pertumbuhan ekonomi sebab industri tersebut mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Oleh sebab itu mau tidak mau ekonomi Indonesia aharus bergantung ke manufaktur.
"Nah karena selama ini sektor manufaktur dianggap sebagai sektor yang menjadi kunci mesin pertumbuhan ekonomi, di Indonesia dan secara keseluruhan. Karena dia membuka lapangan pekrjaan yang besar dibandingkan sktor jasa dan pertanian. Sektor manufaktur memiliki produktivitas yang tinggi dibandingkan jasa dan agri. Selain itu skop untuk manfukatur berkembang atau lebih tinggi lagi sangat potensial, kalau kita lihat ekspor Indonesia masih didominasi banyak barang manufaktur," ujarnya.
Baca juga:
Ini Pesan Menko Luhut ke Aparatur Negara Hadapi Revolusi Industri Ke-4
Kemenperin Cetak SDM Siap Kerja Untuk Industri Petrokimia
Melihat Proses Pengemasan Produk Ajinomoto
Menko Darmin: Industri Tempe Tak Akan Diberikan Kepada Asing
Perang Dagang AS-China Buka Peluang Peningkatan Industri Komponen Pesawat RI
Presiden Jokowi Ingin Tol Trans Jawa Terintegrasi Kawasan Industri dan Pariwisata