LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah dan Pelaku Usaha Harus Responsif Hadapi Krisis Ekonomi

Untuk itu, pemerintah dan pelaku usaha perlu responsif memitigasi tantangan serta menyesuaikan arah sembari mengawasi perubahan jangka panjang dan mempersiapkannya.

2022-06-02 15:02:05
Krisis ekonomi
Advertisement

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kebijakan Ekonomi Singapura, Heng Swee Keat memprediksi krisis ekonomi besar masih bakal terus berlanjut. Untuk itu, pemerintah dan pelaku usaha perlu responsif memitigasi tantangan serta menyesuaikan arah sembari mengawasi perubahan jangka panjang dan mempersiapkannya.

Kemampuan ini sangat penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk bisa melewati masa-masa sulit seperti krisis finansial Asia (1997), krisis keuangan global (2008), hingga pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.

"Tidak mungkin untuk memprediksi masa depan dan memperkirakan segala tantangan yang akan datang. Tak ada perusahaan dan pemerintah yang bisa memprediksi dengan pasti. Akan ada banyak hal yang mengejutkan kita," kata Heng saat berbicara dalam IBM Think on Tour 2022 Singapore Conference di Marina Bay Sands Convention Centre, Singapura, Kamis (2/6).

Advertisement

Dia menjelaskan, di satu sisi pemerintah dan pelaku usaha tetap harus menyiapkan ongkos guna menghadapi tantangan yang ada saat ini, agar nafasnya masih terus berlanjut. "Sebaliknya, kita wajib pasang mata untuk mengawasi perubahan jangka panjang dan bersiap untuk itu. Dan itu adalah cara bagaimana kita sampai ke tujuan," imbuhnya.

Selain itu, inovasi tetap sangat penting untuk menciptakan terobosan baru. Value created jadi hal penting lainnya untuk memajukan peradaban seraya membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

"Penciptaan nilai bukan tentang satu perusahaan atau lembaga yang menghasilkan penemuan mereka sendiri. Cara terbaik melalui kemitraan dan kolaborasi. Saat dunia jadi lebih kompleks dan saling terhubung, tak ada satu pun pihak yang memiliki semua keahlian untuk mewujudkannya," tuturnya.

Advertisement

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mengukur Kekuatan Ekonomi Indonesia di Tengah Potensi Resesi Dunia
Perjuangan Warga Sri Lanka Mengantre Panjang Demi Minyak Tanah
Rupiah Melemah 1,2 Persen Akibat Ketidakpastian Pasar Keuangan Global
Dokter di Sri Lanka Dihantui Kecemasan Karena Habisnya Stok Obat-Obatan
VIDEO: Krisis Sri Lanka, Penyebab Utang Segunung hingga Terganjal Kebijakan China
Atasi Krisis Pangan Dunia, Jerman Bakal Gelontorkan Rp6,65 Triliun

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.