LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah bohong sebut kenaikan BBM hemat Rp 30 triliun

FITRA menemukan data belanja subsidi masih tinggi, sehingga kenaikan ini dituding hanya politisasi.

2013-06-02 13:26:00
BBM Naik
Advertisement

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) meminta Dewan Perwakilan Rakyat menolak pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 yang diajukan pemerintah. Alasannya, kebijakan yang diniatkan menghemat anggaran itu, sebetulnya malah menambah belanja subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Sekjen FITRA Yuna Farhan mengatakan rencana kenaikan BBM subsidi hanya siasat politik pemerintah untuk menghadapi pemilu 2014 mendatang. Alasan pemerintah menjaga defisit anggaran dan menghemat Rp 30 triliun uang negara, tidak terbukti dalam rancangan itu. Malah, dalam draf RABPN-P, belanja subsidi energi tetap tinggi.

"Kenaikan subsidi BBM dianggap memberatkan APBN dan kenaikan BBM menghemat Rp 30 triliun. Faktanya belanja subsidi dalam RAPBN-P 2013 malah naik Rp 16,1 triliun. Ada upaya mengelabui publik di sini," ucap Farhan dalam konferensi pers di Sekretariat Nasional FITRA, Mampang, Jakarta, Minggu (2/6).

Advertisement

Di tempat yang sama, Peneliti FITRA Yenny Sucipto menjelaskan beban subsidi BBM sebagai penyebab membengkaknya defisit anggaran dinilai juga hanya akal akalan pemerintah. Kenaikan defisit anggaran Rp 80 triliun pada RAPBN-P 2013 disebabkan karena diturunkannya target penerimaan perpajakan senilai Rp 53,6 triliun.

"Tambahan subsidi BBM hanya berkontribusi 20 persen terhadap defisit, sementara penurunan perpajakan berkontribusi 66 persen terhadap defisit," ucapnya.

Dengan demikian, FITRA menilai subsidi BBM yang menjadi alasan untuk mengajukan APBN-P 2013 tidak benar. Pemerintah hanya menyiasati APBN-P 2013 untuk menyusupkan program-program populis dalam rangka menarik simpati rakyat untuk kepentingan pemilu 2014.

Advertisement

"Belanja kompensasi kenaikan BBM (BLSM, tambahan raskin, beasiswa) dengan total Rp 30,1 triliun. Padahal besarnya hampir dua kali lipat dari kenakan subsidi BBM Rp 16,1 triliun," tegasnya.

Jika disepakati oleh DPR, APBN-P 2013 merupakan landasan hukum bagi pemerintah untuk menaikkan BBM subsidi. Nantinya premium akan menjadi Rp 6.500 per liter dan solar Rp 5.500 per liter.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.