Pemerintah bergantung pada perbaikan global agar ekonomi tumbuh
Tahun depan, ekonomi global diprediksi 4 persen, sehingga Menkeu yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh 6,9 persen.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014 berada pada level 6,4 hingga 6,9 persen. Target tersebut masuk ke dalam asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014.
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang karena adanya potensi perbaikan ekonomi global yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kita melihat forecast ekonomi global di tahun 2013 akan sebesar 3,3 persen tetapi di 2014 diperkirakan akan membaik jadi 4 persen. Tentu implikasinya kepada pertumbuhan volume dunia," ujar dia dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/6).
Chatib menegaskan pertumbuhan dunia juga mengalami peningkatan dari 3,6 persen menjadi 5,3 persen pada tahun 2014. Meski belum berada di angka yang aman, namun demikian akan ada kecenderungan membaik dan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Itu belum normal. Kalau normal itu 6 persen. Bahkan, akan ada harapan juga ekspor di 2014 akan lebih baik dibandingkan pada 2013, dengan didukung perbaikan perekonomian dunia," ungkap menkeu.
Chatib menambahkan pemerintah menargetkan pada tahun 2014 tingkat inflasi sebesar 4,50-4,51%, dan Surat Berharga Negara (SBN) di kisaran 4,5 hingga 5,5 persen. Untuk menstabilkan inflasi sendiri, pemerintah akan berupaya menjaga ketersediaan pangan kepada masyarakat.
"Kita akan coba tingkatkan produksi pangan, adanya pembukaan irigasi atau intinya kita akan adakan peningkatan ketersediaan pangan dan distribusi pangan, sehingga pada 2013 inflasi 7,2 persen, di 2014 akan kembali normal di 4,5±1 persen," pungkasnya.
(mdk/ard)