LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah berencana bangun jalan pakai sampah plastik

"Proses ini ekonomis, karena bisa menghemat 6,5 persen dari jalan yang biasa dibuat dengan aspal murni."

2017-03-26 09:46:35
Jalan Rusak
Advertisement

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman berencana memanfaatkan sampah plastik untuk pembangunan jalan. Untuk itu, lembaga yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan tersebut bakal menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Institut Teknologi Bandung, Badan Pengkajian dan Penerapatan Teknologi (BPPT).

"Kemitraan ini diperlukan untuk tindak lanjut implementasi jalan raya plastik, alih teknologi termasuk pelaksanaan demonstration project," kata Asisten Deputi Kemaritiman Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nani Hendiarti, dalam siaran pers, kemarin.

"Sementara terkait regulasi, data sampah, perjanjian kerja sama dan Nota Kesepahaman, Kemenko Maritim bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Luar Negeri."

Advertisement

Harus diakui, hingga saat ini, Indonesia masih memiliki masalah dalam pengelolaan sampah plastik. Di sisi lain, pembakaran sampah plastik yang tak bisa didaur ulang bisa menimbulkan residu karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan.

Atas dasar itu, Pada 7-10 Maret 2017, Delegasi Kemenko Maritim dipimpin Nani Hendiarti mengunjungi R. Vasudevan, penemu Plastic Tar Road, di Thiagarajar College of Engineering India.

"Pada 2006, the Thiagarajar College of Engineering menerima paten atas teknologi yang disebut plastic tar road atau jalan raya plastik," katanya.

Advertisement

"Karena formulasi tar yang digunakan menggunakan plastik dengan komposisi 10-18 persen plastik tiap 1 liter tar. Estimasi plastik yang digunakan adalah 50 ton tiap 1 kilometer jalan. Ini bisa menjadi opsi pemanfaatan plastik yang tidak bisa didaur ulang."

Nani menambahkan, teknologi tersebut memiliki sejumlah kelebihan.

"Proses sederhana, sampah plastik dicacah dan dilebur dalam aspal panas," katanya.

"Proses ini ekonomis, karena bisa menghemat 6,5 persen dari jalan yang biasa dibuat dengan aspal murni. Jalan ini memiliki sisi ketahanan yang lebih lama (maintenancenya sederhana) serta memiliki dampak positif terhadap lingkungan untuk teknologi daur ulang yang terbilang aman."

Baca juga:
Luhut: India bisa kelola sampah plastik jadi jalan dan kuat 15 tahun
Jenius, mahasiswa Mesir ciptakan plastik dari kulit udang
Membongkar dampak buruk rencana penerapan cukai plastik di Indonesia
Ini plastik Avani Eco yang bisa larut dalam air dan aman diminum
Pukul industri UKM, rencana cukai plastik diminta Kemenperin ditunda

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.