LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah Bentuk Satgas Atasi Gangguan KRL

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membentuk satgas untuk mengatasi gangguan pengoperasian kereta rel listrik (KRL) yang akhir-akhir ini sering terjadi. Satgas tersebut akan memetakan titik-titik yang diindikasikan bermasalah, terutama jaringan, rel dan listrik aliran atas(LAA).

2019-04-04 21:11:59
kementerian perhubungan
Advertisement

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membentuk satgas untuk mengatasi gangguan pengoperasian kereta rel listrik (KRL) yang akhir-akhir ini sering terjadi. Satgas tersebut akan memetakan titik-titik yang diindikasikan bermasalah, terutama jaringan, rel dan listrik aliran atas(LAA).

"Sudah dibentuk suatu tim untuk menganalisis beberapa kejadian-kejadian itu menyelesaikan dengan cara-cara teknis yang baik. Satgas ini akan menyelesaikan hal-hal uang dikatakan berkaitan dengan rel pada titik-titik yang sudah diindikasikan ada masalah," kata Budi di Bogor, dikutip Antara, Kamis (4/4).

Dia menjelaskan, satgas tersebut terdiri dari personel PT Kereta Api Indonesia dan PT Kereta Commuter Indonesia, yang mulai bekerja dan akan diadakan rapat yang lebih terinci terkait langkah-langkah dan anggaran untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Advertisement

Menurutnya, salah satu penyebab gangguan KRL adalah ketidakmampuan sistem, sarana dan prasarana menangkal petir yang memiliki kemampuan dua kali dari biasanya. Hal itu dikarenakan usia sarana dan prasarana yang sudah tua dan belum diremajakan.

"Dari apa yg kita evaluasi memang beberapa hal yang kita dapat simpulkan bahwa peralatan-peralatan yang ada di Jabodetabek ini pada usia yang memang sedikit lanjut dan terdapat beberapa kejadian ekstrem baik itu cuaca, hujan maupun petir sebagai indikasi petir yang biasanya itu 200 kilo ampere, ini terjadi dengan suatu besaran dua kali lipat, sehingga terjadilah beberapa hal itu," imbuhnya.

Terkait kereta anjlok, adanya penurunan tanah karena hujan dan tidak diimbangi dengan perawatan yang sesuai. Kemudian, frekuensi pemakaian sarana yang tinggi juga memicu peralatan tidak beroperasi secara prima.

Advertisement

"Katakanlah kalau cuaca ekstrem itu tadinya skala enam sekarang skala sembilan, sehingga perawatan yang berbanding lurus dengan enam sudah tidak bisa. Perawatan mesti lebih intensif apalagi rel ini lebih berumur dari sebelumnya. Jadi, tim adhoc ini harus bekerja ekstra lebih dari sebelumnya," katanya.

Tak hanya menangani gangguan KRL, satgas ini juga akan dikerahkan untuk mempersiapkan angkutan Lebaran yang aman dan selamat.

Baca juga:
Kabar Terbaru Pembangunan Kereta Semi Cepat Jakarta - Surabaya
24 TPS di Garut Terdampak Reaktivasi Jalur Kereta Api
Suasana MRT Jakarta di Hari Pertama Berbayar
Tarif MRT Rute Lebak Bulus-Bundaran HI Disepakati Rp 14.000
Mengapa MRT Jakarta Tak Menyediakan Tempat Sampah?
Jokowi Pastikan Dumai-Malaysia Segera Terhubung Angkutan Kapal RoRo

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.