Pembeli saat Lebaran sepi, pedagang kurma gigit jari
Pembeli saat Lebaran sepi, pedagang kurma gigit jari. Lebaran tahun lalu, Ali mengaku dapat penjualan cukup besar, yakni di kisaran Rp 20 juta sampai Rp 30 juta, jauh berbeda dengan pemasukannya tahun ini yang tidak sampai Rp 10 juta. Dia juga mengakui harga kurma yang dijualnya tahun ini naik.
Lebaran tahun ini rupanya tidak menjanjikan pemasukan lebih bagi para pedagang kurma. Sebab, pemasukan pada Lebaran minim akibat sepinya pembeli.
Seorang pedagang kurma di kawasan Pasar Tanah Abang, Ali, mengaku banyak dagangannya yang tak laku. "Turun pendapatannya. Yang beli tidak banyak. Liat saja sendiri," ungkapnya sambil menunjukkan suasana tokonya, di Kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (27/6).
Ali menjual dua jenis kurma di tokonya. Kurma Mesir dijual dengan harga Rp 50.000 sampai Rp 60.000 per kilogram (Kg) dan kurma Iran dijual dengan harga Rp 80.000 sampai Rp 100.000 per kilogram. Dia juga mengakui harga kurma yang dijualnya tahun ini naik.
"Memang naik. Kita belinya juga naik. Kalau kemarin kita beli satu dus itu Rp 200.000 sampai Rp 250.000. Kalau yang sekarang kita bisa sampai Rp 300.000, bisa lebih," katanya.
Lebaran tahun lalu, dia mengaku dapat penjualan cukup besar, yakni di kisaran Rp 20 juta sampai Rp 30 juta, jauh berbeda dengan pemasukannya tahun ini yang tidak sampai Rp 10 juta.
"Ini istilahnya penjualan saya gagal," tutup Ali.
Baca juga:
Aksi petugas kebersihan, langsung garap sampah usai Salat Id
Kejar insentif Rp 10 juta, akun driver Grab Car mendadak dibekukan
Arus balik, masih ada perusahaan nakal operasikan bus tak laik jalan
Dagangan tak laku, pedagang pakaian Tanah Abang batal mudik
Ingin jenguk di Mako Brimob, Sandi tunggu lampu hijau keluarga Ahok
Sebanyak 4.699.727 kendaraan lintasi Jawa Barat saat mudik
Lebaran, 943.371 orang menyeberang ke Sumatra lewat Pelabuhan Merak