Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan Terbangun 10.467 MW Sepanjang 2020
Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengatakan kapasitas pembangkit listrik EBT terus mengalami peningkatan. Sepanjang 2020 tercatat realisasi pembangkit listrik EBT telah mencapai 10.467 MW. Sedikit lebih baik dibandingkan pada 2019 yang mampu merealisasikan 10.292 MW.
Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengatakan kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) terus mengalami peningkatan. Sepanjang 2020 tercatat realisasi pembangkit listrik EBT telah mencapai 10.467 megawatt (MW). Sedikit lebih baik dibandingkan pada 2019 yang mampu merealisasikan 10.292 MW.
"Kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan terus meningkat," kata Menteri Arifin dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2020 Dan Rencana Kerja Tahun 2021 secara virtual, Jakarta, Kamis (7/1).
Adapun tambahan kapasitas pembangkit EBT berasal dari PLTA Poso sebesar 66 MW, PLTBm Merauke sebanyak 3,5 MW. PLTM Sion sebesar 12,1 MW dan 13,4 MW dari PLTS Atap. Di 2021, Menteri Arifin menargetkan akan menambah pembangkit listrik EBT dengan kapasitas 12.009 MW.
Target ini dibuat pemerintah sebagai komitmen nasional dalam penurunan emisi sesuai UU No. 16 tahun 2016 tentang Pengesahan paris Agreement to UNFCCC. Termasuk dengan Perpres No. 61 tahun 2011 tentang RAN GRK, pemerintah menargetkan tahun 2024 mendatang target bauran penggunaan energi bersih mencapai 23 persen.
Emisi Gas Rumah Kaca Sektor ESDM Turun 64,4 Juta Ton Co2
Selain itu, selama 2020 penurunan emisi gas rumah kaca yang dilakukan sektor ESDM sebesar 64,4 juta ton Co2 (karbondioksida). Capaian ini dinilai telah melampaui target realisasi tahun 2020 sebesar 58 juta ton Co2.
"Tahun 2020 kita berhasil turunkan emisi sebesar 64,4 juta ton Co2 dari target 58 juta ton Co2," kata Menteri Arifin.
Pencapaian ini dilakukan dengan memanfaatkan EBT sebesar 53 persen dan penerapan efisiensi energi 20 persen. Lalu penggunaan bahan bakar fosil rendah karbon 13 persen. Pemanfaatan teknologi pembangkit bersih 9 persen dan kegiatan reklamasi pasca tambang 4 persen .
Meski tahun lalu berhasil melampaui capaian yang diinginkan, namun di 2021 penurunan gas rumah kaca hanya ditargetkan sebesar 67 juta ton Co2. "Kita targetkan tahun 2021 menjadi 67 juta ton Co2," kata Menteri Arifin mengakhiri.
(mdk/bim)