LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemanfaatan Omnichannel Jadi Andalan Ritel Bertahan di Tengah Pandemi

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi membeberkan, dalam 3-4 bulan terakhir, pengusaha ritel telah memasuki era post normal pandemi Covid-19. Menurutnya, pengusaha ritel tidak memiliki pilihan lain untuk melanjutkan usaha selain dengan memanfaatkan teknologi.

2020-10-16 16:32:39
Aprindo
Advertisement

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi membeberkan, dalam 3-4 bulan terakhir, pengusaha ritel telah memasuki era post normal pandemi Covid-19.

Menurutnya, pengusaha ritel tidak memiliki pilihan lain untuk melanjutkan usaha selain dengan memanfaatkan teknologi. Untuk itu, pemanfaatan omnichannel menjadi solusi pamungkas untuk bertahan hidup di tengah wabah.

"Awalnya tidak pernah menyangka dalam tahun ini kita bisa (menjual) lewat social messaging. Kita pikir, ini untuk 2 tahun ke depan, tapi ternyata harus dilakukan sekarang," ujar Fernando dalam webinar, Jumat (16/10).

Advertisement

Sebagai informasi, omnichannel ialah model bisnis lintas kanal yang memadukan layanan online dan offline. Jadi, selain memiliki gerai fisik, para peritel juga merambah ke kanal online dengan menjual produk di platform e-commerce, mobile commerce dan media sosial.

Fernando melanjutkan, dengan adanya pembatasan sosial dan penerapan WFH, masyarakat cenderung berbelanja lewat omni channel yang menawarkan beragam pilihan transaksi. Biasanya, mereka berbelanja di e-commerce.

Advertisement

Konsep Toko Ramah Lingkungan

Ke depan, peritel juga akan menerapkan konsep toko yang lebih kecil dan ramah lingkungan. Selain kesadaran konsumen akan tingkat higienitas toko yang semakin tinggi, kehadiran omni channel juga membuat gerai-gerai fisik tidak lagi jadi wadah utama untuk menjual produk.

"Kami juga akan lakukan focusing produk yang didukung dengan big data, sehingga produk yang dijual bisa lebih maksimal. Akan lebih banyak kolaborasi dengan digital payment, online delivery dan sebagainya supaya memudahkan dalam berbelanja," katanya.

Adapun di kuartal IV ini, Aprindo memproyeksi penjualan online bakal berkontribusi sebesr 5 hingga 6 persen terhadap total penjualan reguler. Angka ini tergantung dari strategi, kreatifitas dan kolaborasi ritel untuk memberikan pengalaman baru terhadap konsumen.

"Kita harap tahun depan keseluruhan ritel modern nanti (penjualan online) bisa berkontribusi hingga 20 persen," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.