Pelni: Dana Rp 7 M angkut pemudik gratis, kurang memadai
Selama arus mudik, Kemenhub beri Pelni tugas angkut 5.000 unit sepeda motor dan 10.000 penumpang gratis.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mendapat bantuan dana operasional Rp 7 miliar dari Kementerian Perhubungan. Itu untuk biaya mengangkut 5.000 pemudik gratis, yang difasilitasi pemerintah supaya tak lagi membawa sepeda motor.
Rute yang dilayani untuk para pemudik gratis ini adalah pelayaran Jakarta-Semarang, selama empat gelombang.
Direktur Utama PT Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito kepada pers di atas KM Ciremei dalam perjalanan Jakarta-Semarang, menjelaskan bahwa pihaknya mengangkut pengguna sepeda motor dalam dua gelombang yaitu pada 2 Agustus 2014 dan 4 Agustus 2014.
"Jadi, untuk angkutan mudik dan balik tahun ini, PT Pelni diperkirakan mengangkut 5.000 unit sepeda motor dan 10.000 penumpang," ujarnya, Minggu (27/7).
Adapun bantuan dana Rp 7 miliar dari pemerintah dianggap BUMN pelayaran ini masih kurang. Idealnya pemerintah memberikan bantuan lebih Rp100 miliar untuk membantu perusahaan dalam menyediakan angkutan mudik pesepeda motor gratis ke Semarang, Jawa Tengah, dengan 10 kali angkutan pergi pulang.
"Jumlah sebesar itu sebenarnya masih kurang. Biaya operasionalnya memang tinggi. Padahal masih banyak masyarakat yang ingin mudik naik motor apalagi gratis," kata Wimbo.
Apalagi, Pelni kadung mengeluarkan uang untuk menambah kenyamanan dan keamanan bagi penumpang. KM Ciremai yang jadi pengangkut para pemudik gratis, sudah dimodifikasi menjadi kapal "3 in 1", yaitu yang bisa mengangkut penumpang, barang, serta kendaraan bermotor (mobil dan motor).
Slamet, seorang pemudik pengguna sepeda motor, mengatakan dirinya merasa nyaman menggunakan kapal untuk mudik sementara sepeda motornya ikut di dalam kapal.
"Kalau menggunakan kapal Jakarta-Semarang hanya 15 jam tapi kalau dijalankan di jalan raya bisa lebih dari itu. Belum lagi macet dan letih," katanya.
(mdk/noe)