Pelemahan nilai tukar USD buat harga minyak dunia semakin tinggi
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik USD 1,07, menjadi menetap di USD 65,80 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak dunia bergerak menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Kenaikan harga emas hitam ini didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) yang membuat komoditas yang dihargakan dalam USD lebih menarik bagi para pemegang mata uang lainnya.
Nilai tukar USD turun terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (1/2), karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,38 persen menjadi 89,047 pada pukul 15.00 waktu setempat. (20.00 GMT).
Sentimen investor juga didorong oleh prospek yang dirilis Goldman Sachs. Goldman Sachs mengatakan pada Kamis (1/2) bahwa pasar kemungkinan mencapai keseimbangan antara penawaran dan permintaan, dan memperkirakan minyak mentah Brent diperdagangkan di atas 80 dolar AS per barel akhir tahun ini, menurut Market Watch.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik USD 1,07, menjadi menetap di USD 65,80 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April naik USD 0,60 menjadi ditutup pada USD 69,65 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Pengadilan batalkan putusan KPPU soal monopoli gas oleh PGN
Anak usaha PGN tertarik kelola dua WK migas yang dilelang Februari
Harga minyak dunia tetap naik meski ada kekhawatiran kebanjiran pasokan global
Dibanding satu harga, ESDM ingin fokus perluas jangkauan jargas
Ini harapan Arcandra pada pemenang lelang 5 wilayah kerja migas