Pedagang ungkap naiknya harga beras sejak November 2017
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengungkapkan naiknya harga beras di pasar-pasar tradisional sudah terjadi sejak November tahun 2017 lalu, akibat kurangnya pasokan beras.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengungkapkan naiknya harga beras di pasar-pasar tradisional sudah terjadi sejak November tahun 2017 lalu, akibat kurangnya pasokan beras.
"Naiknya itu sudah sejak November. Ini terus, bergeraknya memang sudah lebih dari Rp 1.000. Dari Rp 7.300 sekarang saja HET-nya sudah Rp 9.300. Jadi sudah naik Rp 2.000," ungkapnya kepada Merdeka.com, di Jakarta, Selasa (16/1).
Salah seorang pedagang beras di Pasar Tanah Abang, Maman (55) mengakui kenaikan tersebut terjadi dari agen beras yang menjadi langganannya. Tentunya, hal itu berimbas pada beras yang dijualnya.
Saat ini, beras yang biasa dia jual Rp 8.000 per liter kini naik menjadi Rp 9.000 per liter. Sedangkan yang biasa dijual Rp 10.000 menjadi Rp 11.000.
"Saya biasa beli dari agen. Naiknya sudah dari agen. Per karung 50 kilogram dari Rp 500.000 jadi Rp 560.000. Ada juga yang dari Rp 550.000 sampai Rp 620.000," jelasnya.
Baca juga:
Mengaku sudah swasembada, Ganjar minta beras impor tak masuk ke wilayah Jateng
Selain impor, ini solusi jaga stabilitas pasokan beras RI
Pengamat: Impor beras tanda pemerintah masih punya kontrol
Bulog siapkan anggaran Rp 15 triliun untuk impor beras 500.000 ton
Sri Mulyani tegaskan fokus pemerintah untuk stabilkan harga beras