Pedagang Keluhkan Penurunan Penjualan Akibat Naiknya Harga Kedelai
Menurut dia, kenaikan harga tersebut juga mengakibatkan permintaan dari konsumen mengalami penurunan. Saat ini, rata-rata konsumen hanya membeli dua kuintal, dari sebelumnya hingga lima kuintal.
Sejumlah pedagang kedelai di Kota Solo mengeluhkan penurunan penjualan akibat kenaikan harga komoditas tersebut sejak beberapa hari terakhir.
"Saat ini harga kedelai Rp9.300 per kilogram, sebelumnya Rp8.800 per kilogram. Kenaikan sudah sejak dua hari yang lalu," kata pedagang kedelai di Pasar Legi Mathias Santoso dikutip dari Antara Solo, Rabu (3/2).
Dia mengatakan kenaikan harga tersebut sudah dari distributor karena ketersediaan komoditas yang mulai menipis. "Dua hari ini saya minta lima ton dikasihnya tiga ton. Katanya karena tidak ada barang," katanya.
Menurut dia, kenaikan harga tersebut juga mengakibatkan permintaan dari konsumen mengalami penurunan. Saat ini, rata-rata konsumen hanya membeli dua kuintal, dari sebelumnya hingga lima kuintal. "Naiknya harga terlalu tinggi, terakhir naik Rp500 per kilogram, sebelumnya juga naik Rp500 per kilogram," katanya.
Sementara itu, salah satu pengrajin tahu tempe di Kelurahan Mojosongo, Solo, Saryanto mengatakan saat ini belum menaikkan harga tahu dan tempe.
"Sebetulnya kalau menaikkan harga ya tidak masuk, ini dikalkulasi dulu. Yang jelas untuk produksi kami tidak mungkin berhenti. Saat ini kami baru mencari solusi untuk menyikapi kenaikan harga bahan baku ini," katanya.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika harga bahan baku tidak kembali turun maka harga produk tahu dan tempe akan dinaikkan.
"Kami melihat dulu harga bahan baku berubah atau tidak. Kalau masih terus naik ya terpaksa kemungkinan menaikkan harga. Kalau kami menaikkan langsung takutnya jadi tidak laku," katanya.
Baca juga:
Bos Bulog: Kenaikan Harga Kedelai Karena Permainan Kartel Importir
Mentan: Indonesia Pernah Swasembada Kedelai Zaman Pak Soeharto
3 Strategi Mentan Syahrul Tekan Impor Kedelai di 2021
Harga Kedelai Diprediksi Masih Tinggi Hingga Mei 2021
Ketergantungan Impor dan Kendala Swasembada Kedelai di Indonesia
Pabrik Tempe Indonesia Pertama di China Resmi Beroperasi