Pedagang jamu mengaku sudah lama tak lihat produk Nyonya Meneer
Pedagang jamu mengaku sudah lama tak lihat produk Nyonya Meneer. Terbanyak yang datang ke warungnya ialah produk Sido Muncul. Penjual jamu yang juga ibu rumah tangga ini mengaku baru mengetahui bahwa PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit. Baginya, itu tak masalah selagi ada produsen jamu lainnya tetap ada.
Bangkrutnya PT Nyonya Meneer dimaklumi oleh sejumlah pedagang jamu. Sebab, diakui sudah lama tidak dipasok produk jamu dari Nyonya Meneer.
Seorang penjual jamu di Cikoko, Jakarta Selatan, Pipit (45), mengaku sudah lama tidak mendapat pasokan produk Nyonya Meneer. Terbanyak yang datang ke warungnya ialah produk Sido Muncul.
"Soalnya Nyonya Meneer memang tidak masuk juga sudah lama. Paling cuma dari Sidomuncul," ujar wanita asal Jawa Timur ini saat ditemui di warungnya, Sabtu (5/8).
Penjual jamu yang juga ibu rumah tangga ini mengaku baru mengetahui bahwa PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit. Baginya, itu tak masalah selagi ada produsen jamu lainnya tetap ada.
"Wah bangkrut ya? Saya baru tahu juga," tuturnya.
Selama ini, diakui memang beberapa kali pelanggannya datang mencari produk Nyonya Meneer. Dirinya berharap industri jamu Tanah Air tidak turut mati laiknya Nyonya Meneer.
Pipit mengaku mendapat omzet sekitar Rp 5 juta per bulan dari berjualan jamu. Maka usaha jamunya ini cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
"Iya, sudah beberapa orang datangi saya, nyari produk itu," pungkasnya.
Baca juga:
Usai Sevel, Nyonya Meneer korban berikut penurunan daya beli rakyat
Analisa penyebab bangkrutnya produsen jamu Nyonya Meneer
Nyonya Meneer, dari konflik keluarga hingga utang berujung pailit
Dinyatakan bangkrut, pabrik Nyonya Meneer di Semarang tutup
Pailit, aset PT Nyonya Meneer harus dilelang untuk lunasi utang
Tak mampu bayar utang, Nyonya Meneer dinyatakan bangkrut
Nyonya Meneer berdamai dengan NMI