PDB Dunia Berpotensi Turun 18 Persen Akibat Pemanasan Global
Banyak perusahaan pun mulai berupaya menjalankan kegiatan produksi yang tak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga ramah lingkungan dan berdampak positif pada kegiatan sosial.
Pelaku bisnis mulai memiliki kesadaran untuk menerapkan praktik yang mendukung kelestarian lingkungan hidup dalam 2 dekade terakhir. Banyak perusahaan pun mulai berupaya menjalankan kegiatan produksi yang tak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga ramah lingkungan dan berdampak positif pada kegiatan sosial.
"Global warming merupakan permasalahan yang memiliki pertaruhan yang besar bagi masa depan manusia. Apakah kita siap menghadapi penurunan World GDP sebesar 18 persen apabila kita tidak berhasil menurunkan suhu bumi dibawah 1.5C pada tahun 2030, sebagai perbandingan penurunan World GDP akibat pandemic saja 3 persen-18 persen. Enam kalinya," ujar Founder dari BUMooN.io, Triyansyah Putra di Jakarta, Minggu (22/8).
Masalah Global Warming ini menjadi PR terbesar pemerintah Indonesia. Saat ini saja, pemerintah membutuhkan biaya untuk berkontribusi mengurangi CO2 atau perubahan iklim luar biasa tinggi. Kebutuhan investasi untuk bisa menurunkan CO2 itu mencapai USD 364 miliar.
Saat ini, semua negara melalukan komitmen untuk mengurangi CO2, karena dunia ini sudah menghangat. Malah hampir semua negara di dunia mengalami fenomena itu.
Peran perusahaan dalam mendukung pemerintah itu yang dilakukan Bumoon.io. Chief Marketing Officer (CMO) Bumoon.io, Happy Murdianto mengatakan, BUMooN diciptakan dan dikembangkan oleh developer Indonesia. Mereka telah membuat sebuah terobosan baru dalam dunia kripto dengan ide yang sangat sederhana tetapi tepat sasaran sesuai dengan pain point global warming saat ini.
BUMooN business model donvestment diharapkan akan menciptakan sebuah tren baru yang beriringan dengan tujuan UNFCCC sebagai framework negara-negara di dunia dalam upaya meningkatkan environment health saat ini, yaitu menurunkan atau mengurangi emisi karbon.
Caranya dengan pengembangan Energy as a Service dan Software as a Service sebagai middleware. Sebagai perusahaan legal yang menyediakan jasa atau mediator perhitungan energi yang dihemat oleh bisnis yang dibangun. Seperti solar panel - konversi listrik, daur ulang sampah dan carbon trading.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Perubahan Iklim Bukan Masalah di Masa Depan, Tapi Saat Ini & di Seluruh Dunia
7 Cara Mencegah Global Warming, Mulai Sejak Dini
Ingin Selamatkan Bumi, Orang-Orang Prancis Putuskan Tak Punya Anak
BMKG Prediksi Es Puncak Jaya Wijaya akan Hilang Akibat Pemanasan Global pada 2025
Apa Itu Pemanasan Global Serta Cara Mengatasinya, Wajib Diketahui