LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pasien Wisma Atlet Melonjak Usai Lebaran, Menkeu Sebut Pemulihan Ekonomi Terhambat

Pemerintah Jokowi mengakui adanya peningkatan kasus Covid-19 usai libur Lebaran beberapa waktu lalu. Hal ini tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur di Wisma Atlet yang melonjak dua kali lipat.

2021-05-31 18:02:39
Virus Corona
Advertisement

Pemerintah Jokowi mengakui adanya peningkatan kasus Covid-19 usai libur Lebaran beberapa waktu lalu. Hal ini tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur di Wisma Atlet yang melonjak dua kali lipat.

"Risiko dari kenaikan kasus pasca liburan lebaran dan ini terlihat jumlah dari keterisian tempat tidur di Wisma Atlet sudah melonjak dari 15 persen sekarang mendekati 30 persen melonjak 2 kali lipat dalam 4 hari terakhir," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran, di Jakarta, Senin (31/5).

Bendahara Negara itu memahami peningkatan terhadap kasus Covid-19 akan berpengaruh terhadap mobilitas yang menurun. Akibatnya berdampak terhadap sisi konsumsi.

Advertisement

"Inilah dinamika yang harus kita terus lihat waspadai dan tentu dari sisi pemerintah dilakukan upaya-upaya untuk terus mengendalikan covid ini, jelasnya.

Selanjutnya

Berdasarkan data yang dipaparkan, kenaikan kasus Covid-19 dalam kurun waktu empat hari terakhir hingga 28 Mei 2021, total kasus Covid-19 di RI mencapai 1,8 juta. Tingkat kesembuhan mencapai 94 persen, tingkat meninggal 2,8 persen, dan kasus aktif saat ini 98.704 kasus.

Advertisement

Ancaman makin diperparah ketika masyarakat lebih longgar dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hal ini juga ditambah oleh kecepatan vaksinasi yang ditargetkan pemerintah belum mencapai titik yang diinginkan.

"Kecepatan dari vaksinasi kita belum secepat yang kita bayangkan, yaitu target 1 juta (dosis) per hari, saat ini masih di bawah tingkat tersebut," pungkasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.