Pasca teror bom sarinah, Bos Garuda perketat keamanan penerbangan
"Kami akan meningkatkan keamanan dengan perketat peneriksaan barang-barang penumpang," ucap Arif.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo memperketat keamanan penerbangan Garuda Indonesia pasca serangan teror di Sarinah, Jakarta. Hal ini dinilai perlu dilakukan untuk menjaga keamanan penumpang.
"Kami akan meningkatkan keamanan dengan perketat pemeriksaan barang-barang penumpang. Memang kami selalu mengutamakan keamanan tapi karena insiden ini kami akan meningkatkan lagi," kata Arif di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, Jumat (15/1).
Untuk memperketat keamanan, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak kepolisian bandara. Meski begitu dia tidak menyebutkan berapa jumlah personel yang diturunkan.
Di sisi lain, insiden bom bunuh diri diakui tidak mempengaruhi aktivitas penerbangan Garuda. Aktivitas penerbangan ke luar kota maupun ke Jakarta tetap lancar sesuai jadwal.
"Penerbangan ke luar maupun masuk Jakarta tetap lancar tidak terganggu. Insiden kemarin memang tidak berpengaruh apa-apa untuk Garuda," imbuhnya.
Seperti diketahui, Sebuah bom meledak di pos polisi di perempatan lampu merah Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1). Selain aksi bom bunuh diri, juga terjadi aksi baku tembak antara para pelaku yang berjumlah tujuh orang dengan pihak kepolisian.