LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pasar menanti aplikasi kebijakan penyelamatan ekonomi

BI Rate di level 6,5 persen masih cukup baik menopang pertumbuhan ekonomi dengan ekspektasi inflasi ke depan melandai.

2013-08-24 11:54:00
IHSG Terpuruk
Advertisement

Pemerintah baru saja mengeluarkan paket kebijakan penyelamatan perekonomian nasional dari ancaman krisis ekonomi yang masuk melalui pasar saham dan pasar uang. Paket kebijakan pemerintah diselaraskan dengan kebijakan Bank Indonesia dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga mengeluarkan kebijakan untuk meminimalisir guncangan ekonomi akibat rencana tapering off dari Amerika Serikat.

Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia Ryan Kiryanto berpendapat, paket kebijakan ekonomi tersebut telah lama dinanti pelaku pasar. "Harapannya paket kebijakan ekonomi tersebut direspon positif oleh pasar sehingga berdampak positif bagi Rupiah dan IHSG secara berkesinambungan," tutur Ryan dalam pesan singkat yang diterima merdeka.com, Sabtu (24/8).

Ryan menuturkan, pelaku pasar juga berharap pada implementasi paket kebijakan ekonomi tersebut. "Jadi, PR pemerintah adalah mengimplementasikan paket kebijakan ekonomi tersebut segera mungkin agar dampaknya langsung kelihatan," ujar Ryan.

Advertisement

Pasar juga tengah menanti langkah BI dan OJK dalam meredam gejolak di pasar uang dan pasar saham melalui kebijakan yang ramah investor. Bauran kebijakan moneter oleh BI dinilai Ryan perlu diperkuat dengan kebijakan OJK yang berkaitan dengan bursa saham.

"Ya mungkin dorong perseroan tertutup, termasuk BUMN, untuk segera IPO, agar bursa lebih likuid dan atraktif. Mendorong investor ritel di dalam negeri juga harus diupayakan seraya mengurangi ketergantungan pada investor asing yang setiap saat bisa keluar," ungkap Ryan.

Terkait suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), Ryan menganggap level 6,5 persen masih cukup baik menopang pertumbuhan ekonomi dengan ekspektasi inflasi ke depan yang melandai.

Advertisement

"Yang tak kalah penting, pengurangan impor BBM secara berkesinambungan akan sangat membantu penguatan rupiah. Makanya penggunaan energi alternatif semisal gas dan ethanol perlu digalakkan baik untuk industri maupun masyarakat umum," tutup Ryan.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.