Para pengusaha minta program reformasi perpajakan tak salah sasaran
Presiden Joko Widodo menghadiri penutupan Rakornas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/10). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani menyampaikan pandangan para pengusaha mengenai kondisi perpajakan di Indonesia.
Presiden Joko Widodo menghadiri penutupan Rakornas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/10). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani menyampaikan pandangan para pengusaha mengenai kondisi perpajakan di Indonesia.
Rosan mengatakan, pengusaha sangat menyambut baik reformasi perpajakan yang digaungkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Terlebih ada program pengampunan atau Tax Amnesty yang terbukti ampuh mengeruk pajak dari para wajib pajak nakal yang menyembunyikan asetnya.
"Apresiasi keberanian dan kesuksesan luar biasa dari Tax Amnesty. Tapi pertanyaannya, apa selanjutnya?" kata Rosan.
Rosan mengungkapkan, agar terjadi iklim berusaha yang kondusif, para pengusaha mempunyai harapan agar peraturan-peraturan dalam reformasi perpajakan tidak salah sasaran.
"Yang intinya membuat sistem perpajakan lebih terbuka dan insentif pada pembayar taat pajak, jangan yang sudah benar (bayar pajak) dikejar-kejar. Ini enggak benar," tegasnya.
Baca juga:
Bos Kadin minta pemerintah jual aset BUMN ke pengusaha nasional
Di depan anggota Kadin, Jokowi cerita pernah jadi pengusaha
Hingga September 2017, penerimaan pajak baru 60 persen dari target 2017
Sri Mulyani ungkap bukti daya beli masyarakat RI tak alami perlambatan
Menhub pastikan kunjungan Jokowi ke Stasiun Rangkas Bitung tak ganggu jadwal kereta
IKEA bangun toko baru di Bandung dan Surabaya