LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pangkas pajak, aksi Arab Saudi permulus lego Aramco

Tarif pajak untuk perusahaan migas raksasa itu ditetapkan 50 persen.

2017-03-29 06:37:00
Migas
Advertisement

Arab Saudi memangkas pajak penghasilan yang harus dibayar Saudi Aramco. Langkah ini diduga bagian dari upaya memuluskan penjualan saham perusahaan migas raksasa tersebut pada tahun depan.

Senin lalu, pemerintah kerajaan menerbitkan surat keputusan berlaku retroaktif 1 Januari 2017. Isinya, penetapan tarif pajak Saudi Aramco sebesar 50 persen. Ini lebih rendah ketimbang tarif sebelumnya sebesar 85 persen plus royalti 20 persen.

Sayangnya, surat keputusan itu tak memuat perubahan tarif royalti untuk Saudi Aramco. Diduga kuat, langkah tersebut bertujuan mengurangi jumlah pajak, hingga puluhan miliar dolar AS, harus dibayar Saudi Aramco. Dengan begitu, diharapkan, banyak investor tertarik membeli saham perusahaan migas pelat merah Arab Saudi tersebut.

Advertisement

"Instruksi kerajaan merupakan terobosan dalam menyukseskan initial public offering terbesar di dunia. Saya yakin masih akan ada lagi terobosan di masa mendatang," kata petinggi Saudi Aramco, seperti diberitakan Reuters, Selasa (28/3).

Dia menambahkan, terobosan tersebut menunjukkan keseriusan Arab Saudi menjual lima persen sahamnya di Saudi Aramco. Negeri Petrodolar tersebut memerkirakan dapat meraup dana lebih dari USD 2 triliun.

Tak jauh berbeda dengan sejumlah analis yang memerkirakan pemangkasan tarif pajak bakal membuat nilai penjualan saham Saudi Aramco menyentuh USD 2 triliun. Sebelumnya, mereka skeptis bahwa nilai penjualan Saudi Aramco bakal di bawah USD 1 triliun.

Advertisement

Di sisi lain, pemangkasan pajak Saudi Aramco bakal berdampak negatif pada keuangan Arab Saudi. Mengingat, 60 persen pemasukan negeri padang pasir itu berasal dari penjualan minyak. Sialnya, harga emas hitam tersebut di dunia terus merosot.

Padahal, Arab Saudi tengah berjuang menutup defisit anggaran.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.