Panasonic & Toshiba tutup, Darmin sebut tidak bakal ada PHK massal
Berdasarkan informasi dari serikat buruh, ada sekitar 2.500 karyawan yang akan kehilangan lapangan kerja.
Hengkangnya dua perusahaan asal Jepang, Panasonic dan Toshiba mengancam terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Berdasarkan informasi dari serikat buruh, ada sekitar 2.500 karyawan yang akan kehilangan lapangan kerja.
Ancaman ini langsung dibantah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Menurut dia, spekulasi adanya PHK secara massal tidak benar adanya.
"Tidak ada. Coba cek sama pak yang bekas Menteri Perdagangan (Rachmat Gobel), dia kan Panasonic itu," ujar Darmin usai mengikuti rapat Pleno yang membahas tentang penanganan kemiskinan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (4/2).
Ditanya terkait kekhawatiran buruh dengan munculnya ancaman PHK ini, Darmin enggan berkomentar lebih jauh. Darmin menegaskan pemerintah akan menjaga agar tak terjadi PHK massal.
"Jadi tolong kalian tanya ke perusahaannya, jangan tanya kita. Jangan kemudian belum apa-apa bilangnya PHK massal. Kita tidak tahu keadaan perusahaan itu di dalamnya," jelas Darmin.
Mantan Gubernur Bank Indonesia menambahkan kemungkinan kolapsnya dua perusahaan raksasa asal Jepang itu dikarenakan tak mampu bersaing dengan sejumlah perusahaan besar yang sama-sama berasal dari luar negeri. Dengan kondisi ini, dia meminta publik untuk tidak terlalu khawatir dengan ancaman PHK massal.
"Bisa saja karena kalah bersaing dengan perusahaan Korea, China. Tapi jangan bilang massal ya," pungkas dia
Perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic dan Toshiba diketahui menutup tiga pabriknya di Indonesia pada rentang waktu Januari hingga Maret 2016. Dampak dari tutupnya pabrik ini, seluruh karyawan terancam PHK massal.
Baca juga:
Panasonic & Toshiba hengkang dari Indonesia, pemerintah dinilai cuek
Hengkangnya Panasonic & Toshiba tak ada hubungannya dengan KA cepat
Ini kata Rachmat Gobel soal hengkangnya Panasonic dan Toshiba
DPR sentil pemerintah saat ramai perusahaan dunia pergi dari RI
Hengkangnya Panasonic & Toshiba ikut perburuk industri otomotif