Pakistan kepincut pesawat CN235 buatan anak bangsa
Pesawat ini mampu mengakomodasi 4 mission console, mendeteksi target yang kecil, dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.
Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Rashad Mahmood berkunjung ke pabrik PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung kemarin, Rabu (21/9). Dalam kunjungan ini, Pakistan menyatakan ketertarikannya untuk membeli CN235-220 MSA/MPA/ASW (Maritime Surveillance/Maritime Patrol Aircraft/Anti Submarine Warfare) buatan anak bangsa.
Pesawat ini mampu mengakomodasi 4 mission console, mendeteksi target yang kecil, dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.
Dalam keterangan perusahaan yang dikutip merdeka.com, Pakistan telah mengoperasikan CN235-220 sebanyak 4 unit untuk pesawat angkut militer dan pesawat angkut VIP. Pesawat terbang CN235-220 generasi terbaru buatan PTDI memiliki beberapa keunggulan, yakni adanya penambahan berat maksimum yang dapat diangkut, sistem avionik yang lebih modern, autopilot, radar pendeteksi turbulensi dan penambahan winglet di ujung sayap CN235-220. Penggunaan winglet akan membuat pesawat lebih stabil dan lebih irit bahan bakar.
"Produk PTDI cukup relevan dan akan memenuhi kebutuhan masa depan tidak hanya untuk Angkatan Laut Pakistan tetapi juga untuk Angkatan Udara Pakistan dan Angkatan Darat Pakistan," jelas Jenderal Rashad Mahmood.
Berikut keunggulan Pesawat CN235-220:
1. Dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal.
2. Mampu mengangkut 49 penumpang termasuk pilot dan co-pilot dan merupakan pesawat multiguna untuk berbagai macam misi, seperti pesawat angkut penerjun, evakuasi medis, pesawat kargo, pesawat sipil maupun pesawat VIP dan VVIP.
3. Memiliki ramp door yang mampu membawa cargo atau kendaraan di dalamnya.
4. Memiliki sistem avionik terbaru modern dan Full Glass Cockpit.
5. Multihop Capability Fuel Tank, teknologi yang memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.
6. Quick Change Configuration, Retractable Landing Gear, High Wing Configuration.
7. Memiliki harga yang kompetitif dengan biaya perawatan yang murah.
"Kunjungan ini diharapkan untuk mendapatkan kepercayaan dari Pakistan untuk menambah pesawat CN235-220 dengan konfigurasi (MSA/MPA/ASW)," tambah Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana.
Baca juga:
Pesawat N250 gagal di zaman Soeharto, kini N219 segera diproduksi
PTDI berhasil ekspor 396 unit pesawat ke 11 negara
Pindah ke Majalengka, PT DI sebut bikin alutsista tetap di Bandung
PT DI bakal 'bedol desa' ke Majalengka
Intip fitur canggih pesawat NC212i Made In Bandung