LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pakde Karwo minta Dubes AS rayu Freeport bangun smelter di Jatim

Pemerintah AS juga berniat memperluas hubungan kerja sama dengan Jawa Timur di bidang pendidikan.

2014-02-10 22:04:46
soekarwo
Advertisement

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo meminta Freeport membuat smelter di Jawa Timur. Selain itu, orang nomor satu di provinsi timur Pulau Jawa tersebut, juga berharap produk Exxonmobil diprioritaskan bagi industri di Jawa Timur.

Hal itu diungkap Soekarwo saat menerima kunjungan Dubes AS untuk Indonesia, Robert Blake di Gedung Grahadi Surabaya, untuk kali pertama usai menjabat menggantikan Dubes sebelumnya, Scot Marciel.

Dalam pertemuan itulah, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengutarakan niatnya untuk memperluas kerja sama Jawa Timur dengan negara berjuluk Negeri Paman Sam tersebut.

Advertisement

"Namun masih dibicarakan tentang perkembangan Freeport dengan Pemerintah Indonesia. Setelah selesai, baru akan dibicarakan tentang smelter, seperti tembaga di Jawa Timur," kata Pakde Karwo usai bertemu dengan Blake, Senin (10/2).

Selain itu, dia juga meminta agar produk dari Exxonmobil, seperti gas bisa diprioritaskan bagi industri di Jatim terlebih dahulu, baru diekspor. "Dubes AS akan menyampaikannya kepada pihak Exxonmobil," jelasnya.

Pakde Karwo menambahkan Pemerintah AS juga berniat memperluas hubungan kerja sama dengan Jawa Timur di bidang pendidikan.

Advertisement

"Banyak perguruan tinggi di Jatim, begitu banyak peluang kerja sama dan kemudahan dari AS, tetapi tidak digunakan. Nah kerja sama bidang pendidikan keterampilan ini juga disanggupi. Bentuk kerja sama pendidikan itu, seperti kerjasama antara FK Unair dengan FK Universitas Washington atau soal beasiswa," pungkas dia.

Sebelumnya, PT Freeport Indonesia berencana akan membangun pusat pengolahan konsentrat tembaga di dalam negeri. Untuk menjalankan pembangunan tersebut, setidaknya Freeport harus mengeluarkan total investasi miliar Dolar Amerika.

"Studi awal butuh USD 2,2 miliar," ujar Presiden Direktur Freeport Rozik B Sutjipto di Gedung Antam, Jakarta.

Rozik mengatakan, angka tersebut didapat dari studi awal yang sudah dijalankan oleh Hex Engineering selaku mitra Freeport. Namun demikian, angka tersebut masih terlalu besar.

Atas hal itu, terang Rozik, pihaknya kemudian memutuskan untuk menggandeng PT Aneka Tambang (Antam). Menurut dia, BUMN itu memiliki pengalaman dalam membuat smelter dengan biaya lebih murah.

"Antam pengalamannya banyak, itu yang membuat proyek lebih murah," terang Rozik.

Baca juga:
Bos Freeport bungkam soal bea keluar dan uang jaminan smelter
Bangun smelter butuh USD 2,2 miliar, Freeport sebut kemahalan
Freeport jamin studi kelaikan smelter dengan Antam serius
Freeport dan Newmont seperti raja di negeri orang
Wamen ESDM tak takut ancaman Freeport dan Newmont

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.