Pakai batik lengan panjang, Jokowi turun ke sawah pantau panen raya
"Peningkatan cukup signifikan. Saya pastikan tahun depan gak ada impor lagi. Yang penting perbesar stok dulu, baru mikir ekspor."
Presiden Joko Widodo melakukan panen raya di Desa Trayu dan Tanjungsari Kecamatan Banyudono, Boyolali, Sabtu (29/10). Kegiatan tersebut merupakan puncak peringatan Hari Pangan Se-dunia dan di Indonesia dipusatkan di Kabupaten Boyolali.
Selain Presiden Jokowi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Boyolali Seno Samudro.
Jokowi tiba di lokasi panen raya pukul 9,30 WIB didampingi Ibu Negara, Iriana. Setelah menerima penjelasan dari Mentan Amran Sulaiman dan Kepala Desa Tayu Joko Sarjono, Jokowi langsung turun ke sawah meninjau hasil pemanenan dengan mesin. Meski mengenakan kemeja batik panjang, Jokowi tak canggung untuk memegang jerami yang keluar dari mesin pemanen. Dia juga sempat memeriksa padi gabah hasil panen.
"Ini baru dicoba 100 hektar, hasilnya dua kali lipat. Nanti kalau sudah benar diperluas lagi, sehingga hasil produksi nasional bisa naik," ucapnya.
Jokowi menyebut, per September ini stok beras nasional mencapai 1,9 juta ton. Angka ini lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 1,3 juta ton.
Jokowi panen raya di Boyolali ©2016 merdeka.com/arie sunaryo
"Peningkatan cukup signifikan. Saya pastikan tahun depan gak ada impor lagi. Yang penting perbesar stok dulu, baru mikir ekspor."
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan panen raya tersebut sekaligus sebagai evaluasi program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
"Kegiatan panen raya ini sekaligus sebagai evaluasi program swasembada pangan. Sampai di mana progresnya, semua akan dievaluasi," ujar Menteri disela acara.
Pertanian di Desa Trayu dan Tanjungsari tersebut menggunakan teknologi baru sistem tanam yakni jajar legowo super (jarwosuper).Dengan teknologi tersebut, kata menteri bisa meningkatkan produktivitas padi hingga 50 persen.
Usai melakukan panen raya, Jokowi juga melakukan dialog dengan para kelompok tani di Kabupaten Boyolali.
(mdk/idr)