Pada 2019, Kemenpar target wisata bahari sumbang devisa USD 4 miliar
Gandeng PT Pelayaran Nasional (Pelni).
Kementerian Pariwisata gandeng PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembangkan pariwisata nasional. Itu meliputi penyediaan kapal, fasilitas dan alat angkut lainnya, promosi produk dan destinasi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kerja sama ini untuk mempercepat pengembangan pariwisata. Terutama wisata bahari sebagai salah satu produk unggulan pariwisata Indonesia yang memiliki daya saing global.
"Untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata bahari dibutuhkan tiga unsur: atraksi, akomodasi, dan aksesilibitas," ujarnya melalui keterangan tulis, Jakarta, Sabtu (1/8).
Menurut Arif, pengembangan Wisata Bahari di Indonesia didasarkan pada potensi laut. Ini memiliki porsi 35 persen dari jenis wisata yang akan dikembangkan pada 2015-2019.
"Fokus pengembangan wisata bahari yakni pada destinasi pantai, selam dan selancar (surfing), yacht, cruise, serta kegiatan terkait laut dan masyarakat pesisir," jelas dia.
Arif melanjutkan, bahwa pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat dalam lima tahun mendatang.
Tahun lalu, targetnya 1 juta orang, naik menjadi 1,3 juta orang (2015), 1,8 juta orang (2016). Kemudian 2,3 juta orang (2017), 3 juta orang (2018), dan 4 juta orang (2019).
Wisata bahari juga ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga USD 4 miliar pada 2019. Sementara untuk target tahun ini mencapai USD 1 miliar.
“Atraksi berupa festival dan kesenian telah banyak dilakukan oleh Pemda dan masyarakat setempat dengan didukung oleh Kementerian Pariwisata," katanya.
Arif mencontohkan, Pemkab Wakatobi, Sulawesi Tenggara, setiap tahun menyelenggarakan festival dan lomba foto bawah laut tingkat internasional. Ini menjadi salah satu atraksi menarik yang membuat Kepulauan Wakatobi terkenal sebagai lokasi menyelam dengan taman laut terindah di dunia.
Direktur PT Pelni Elfien Guntoro menjelaskan, perseroan telah meluncurkan tujuh destinasi wisata Bahari 2015.
"Produk tersebut meliputi perjalanan wisata untuk menikmati spot-spot diving dan snorkeling terbaik di Indonesia, pulau-pulau eksotik yang sulit dijangkau, pemandangan alam yang menakjubkan, serta menginap difloating hotel kapal Pelni yang terbagi dalam 7 trip atau perjalanan."
Adapun tujuh perjalan itu adalah.
Trip 1: Labuan Bajo, Takabonarate, Wakatobi yang memiliki obyek unggulan wisata bawah air.
Trip 2: Bunaken, Togian atau Tomini yang memiliki air laut jernih dengan keanekaragaman ikan dan terumbu karang.
Trip 3: Bunaken, Morotai, Raja Ampat dengan obyek wisata unggulan diving dan snorkeling.
Trip 4: Banda Naira memiliki obyek wisata benteng kolonial terkenal.
Trip 5: Derawan terkenal dengan sunset dan sunrise menawan.
Trip 6: Karimun Jawa dikenal dengan keindahan pantainya dan menarik untuk aktifitas memancing.
Trip 7: Anambas dikenal pantainya yang indah dan bersih. Anambas juga dikenal sebagai habitat ikan Napoleon yang mulai punah.
(mdk/yud)