LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Bisa Mulai Beroperasi 2023

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, memperkirakan pabrik produsen baterai kendaraan listrik di Indonesia akan beroperasi pada 2023 atau tiga tahun setelah diteken. Dua produsen baterai kendaraan listrik menyatakan siap berinvestasi sekitar USD 20 miliar di Indonesia.

2020-10-15 20:50:52
Pembangunan infrastruktur
Advertisement

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, memperkirakan pabrik produsen baterai kendaraan listrik di Indonesia akan beroperasi pada 2023 atau tiga tahun setelah diteken. Dua produsen baterai kendaraan listrik dari Tirai Bambu Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) asal China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan menyatakan siap berinvestasi sekitar USD 20 miliar di Indonesia.

"Itu tidak butuh waktu lama dalam pembangunan, sekitar 2-3 tahun saja setelah disepakati," kata Orias seperti dikutip dari Antara dalam pertemuan virtual di Jakarta, Kamis (15/10).

Lokasi pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik, diperkirakan di antara Sulawesi Tenggara, Halmahera dan Papua, dan proyek tersebut akan dikoordinir oleh PT Antam. Terkait pendanaan, dia menjelaskan, bahwa tidak ada kendala dalam proses awal sebab secara kajian sudah terencana dengan matang.

Advertisement

Dalam perkembangan produk turunan dari nikel dan lithium, dia menambahkan, investasi bisa mencapai sebesar USD 20 miliar. Dia juga menyebutkan kapasitas cadangan nikel sebagai bahan baku baterai di Indonesia memiliki cadangan cukup besar bahkan diklaim nomor satu di dunia.

Indonesia Berambisi Menjadi Pusat Produksi Material Baterai

Pembentukan holding ini nantinya akan menjalankan bisnis rantai pasokan baterai dari hulu ke hilir untuk kendaraan listrik. Di hulu PT Aneka Tambang Tbk akan mengelola nikel, sedangkan di hilir akan dikerjakan oleh Pertamina dan PLN.

Advertisement

Dia menambahkan Menteri BUMN Erick Thohir sudah mencanangkan Indonesia harus menjadi pusat produksi material baterai. "Pak menteri sudah mencanangkan Indonesia sebagai hub produksi material yang berguna untuk baterai ini," pungkasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.