LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Organda sebut kebijakan harga BBM membingungkan

Harga premium dan solar dipastikan bakal mengikuti Pertamax, berubah dalam waktu singkat.

2015-01-01 19:00:00
BBM Subsidi
Advertisement

Kebijakan penentuan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) baru saja diumumkan pemerintah berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat dan pengusaha transportasi. Sebab, harga premium dan solar dipastikan bakal mengikuti Pertamax, berubah dalam waktu singkat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruan Sinungan, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/1).

"Kalau pemerintah punya kebijakan seperti itu. Itu kebijakan yang bingung masyarakat. Transportasi juga bingung, kan puyeng nih."

Advertisement

Atas dasar itu, lanjut Shafruan, pihaknya tak akan menurunkan tarif angkutan. Meskipun pemerintah sudah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Kemarin, pemerintah mengumumkan penurunan harga premium menjadi Rp 7.600 per liter dari sebelumnya Rp 8.500 per liter, berlaku 1 Januari 2015. Sementara, harga solar turun dari Rp 7.500 per liter ke Rp 7.250 per liter.

Seiring itu, pemerintah juga memutuskan menyetop subsidi untuk bensin oktan 88. Dan, solar hanya disubsidi sebesar Rp 1.000 per liter.

Advertisement

Dengan begitu, harga premium dan solar bakal sering berubah mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Kementerian ESDM bakal rutin mengeluarkan harga dasar BBM setiap awal bulan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kebijakan ini membuat alokasi subsidi energi dalam APBN Perubahan 2015 hanya sebesar Rp 60 triliun. Turun jauh, sebesar Rp 200 triliun, ketimbang alokasi subsidi energi dalam APBN 2015 sebesar Rp 276 triliun.

Nantinya, anggaran subsidi energi Rp 60 triliun bakal digunakan untuk menyubsidi elpiji 3 kilogram sebesar Rp 30 triliun. Kemudian, subsidi solar Rp 17 triliun. Sisanya, pembayaran utang penyaluran BBM subsidi ke Pertamina.

Baca juga:
Harga BBM melandai, Organda ogah turunkan tarif angkutan
Organda kecam sikap plin plan pemerintah soal harga BBM subsidi
Rakyat was-was soal keputusan pemerintah hapus subsidi Premium
Jokowi sudah turunkan BBM, politikus ini masih mencibir
Ahok tak setuju langkah Jokowi turunkan harga BBM

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.