Organda: Demo hari ini puncak dari kekesalan
Para sopir ini menilai pemerintah tidak adil dalam menerapkan sistem transportasi yang baik.
Aksi demo besar-besaran sopir taksi dan angkutan umum lainnya terjadi hari ini di Jakarta. Mereka menuntut kendaraan umum berbasis aplikasi seperti Uber dan GrabCar ditutup.
Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Safruan Sinungan menilai aksi demonstrasi yang dilakukan sopir taksi dan angkutan umum hari ini bentuk puncak dari kekesalan mereka. Para sopir ini menilai pemerintah tidak adil dalam menerapkan sistem transportasi yang baik.
"Mereka geram melihat pemimpin tak memberi kepastian, sementara, puluhan tahun mereka turut aturan pemerintah. Ini persoalan keadilan pemerintah kepada mereka, pengusaha juga merasakan (ketidakadilan)," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (22/3).
Menurutnya, pemerintah tidak memiliki ketegasan terhadap Uber dan GrabCar, dua perusahaan yang dinilai ilegal tersebut. "Kita menutut pemerintah adil," jelas dia.
Pemerintah sebagai regulator, lanjutnya, harus tegas menertibkan izin angkutan umum yang ada. "Organda secara khusus melakukan pembenahan di angkutan massal, baik penertiban izin dan juga kendaraan yang tidak laik," ungkapnya.
Baca juga:
Sopir taksi: Gara-gara transportasi online, penghasilan kita terjun!
Demo sopir anarkis, taksi beroperasi di Jl Sudirman dihancurkan
Aksi anarkis puluhan sopir taksi saat sweeping di Jalan Sudirman
Hindari demo anarkis, ojek online diperintahkan tak pakai atribut
Sopir angkutan demo & tutup jalan, Transjakarta alihkan 4 jalur bus
Demo depan Kemenkominfo dibumbui sweeping sopir taksi online
Demo transportasi online, sopir cegat taksi melintas di Kemenkominfo