LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Optimisme pebisnis di Indonesia menurun tajam

Membawa Indonesia turun ke peringkat 20 dari 35 negara disurvei pada kuartal IV-2014.

2015-01-12 13:21:23
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Optimisme pebisnis di Indonesia mengalami penurunan tajam. Lembaga riset Grant Thornton International dalam laporannya menyebut optimisme pebisnis pada kuartal IV tahun lalu anjlok menjadi 14 persen, dari kuartal sebelumnya sebesar 48 persen.

Lebih jauh diungkapkan optimisme jauh merosot ketimbang kuartal IV-2013 sebesar 78 persen. Penurunan tajam dalam kurun 12 bulan ini membawa Indonesia turun ke peringkat 20 dari 35 negara disurvei pada kuartal IV-2014.

"Optimisme bisnis di Indonesia jauh berada di bawah India (98 persen), Selandia Baru (82 persen), Australia (70 persen), Singapura (48 persen), Thailand (27 persen), dan RRC (25 persen) di kawasan Asia Pasifik," ucap Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani dalam keterangannya kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (12/1).

Advertisement

Secara umum, optimisme pebisnis Indonesia berada di bawah rata-rata Asean (23 persen) dan global (35 persen). Indonesia dan Thailand ditengarai sebagai kontributor utama penurunan optimisme bisnis di Asia Tenggara.

"Anjloknya optimisme bisnis di Indonesia kemungkinan terjadi karena faktor kolektif di beberapa aspek bisnis. Kalangan pengusaha Indonesia pesimistis akan bisa mencetak profit yang ditargetkan pada 2015," katanya.

Menurut Gani, kebanyakan pengusaha di Indonesia khawatir tidak bisa mencapai target penjualan untuk meningkatkan keuntungan diharapkan. Ekspektasi profitabilitas untuk 12 bulan mendatang turun hingga 20 persen dari 46 persen pada kuartal III 2014.

Advertisement

"Minimnya ketersediaan sumber pendanaan, beberapa kebijakan dan proteksi industri, serta infrastruktur transportasi dipersepsikan sebagai hambatan dominan bagi aktivitas bisnis di negeri ini," katanya.

Selain itu, ada juga faktor realisasi inflasi 2014 sebesar 6,2 persen, di dorong penaikan harga BBM subsidi November lalu.

"Survei terakhir Bank Indonesia menunjukkan bahwa optimisme konsumen mengalami penurunan pada November 2014, dari 120,6 poin menjadi 120,1 poin."

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.