LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Oktober 2017, catat neraca perdagangan perikanan RI surplus 1,7 persen

Tren nilai ekspor hasil perikanan Indonesia mengalami peningkatan dan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara pesaing seperti Thailand, Vietnam, China dan Filipina.

2017-12-15 20:22:33
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Advertisement

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo mencatat neraca perdagangan hasil perikanan Indonesia pada Oktober 2017 surplus 1,7 persen, di mana nilai ekspor meningkat 1,7 persen dan nilai impor meningkat 4,3 persen dibandingkan September 2017.

Menurutnya, tren nilai ekspor hasil perikanan Indonesia mengalami peningkatan dan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara pesaing seperti Thailand, Vietnam, China dan Filipina.

Lima komoditas utama yang menjadi primadona meliputi udang, Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC), Rajungan-Kepiting (RK), Cumi-Sotong-Gurita (CSG) dan Rumput Laut (RL).

Advertisement

"Kelima komoditi ini merupakan porsi utama dari segi nilai dengan total sekitar 76,6 persen, volume ekspor 67,3 persen, dengan tren pertumbuhan positif 8,70 persen terhadap nilai ekspor atau 3,77 persen terhadap volume pada periode Januari-Oktober tahun 2016-2017," kata Nilanto di kantornya, Jumat (15/12).

Dia menambahkan, pencapaian tersebut menunjukkan sebagian besar produk ekspor berupa produk unggulan bernilai tambah, sedangkan produk impor sebagian besar berupa bahan baku dan tepung ikan.

Sementara itu, negara pelanggan setia hasil tangkapan Indonesia adalah Amerika Serikat, Jepang, Asean, China dan Uni Eropa. Di mana total nilai ekspor selama Januari-Oktober 2017 mencapai 85,3 persen, tumbuh 8,18 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara total volume ekspor mencapai 84,6 persen, atau tumbuh 0,19 persen.

Advertisement

Diketahui, selama periode 2012-2016 tren pertumbuhan nilai ekspor Indonesia naik 2,31 persen per tahun, China naik 2,29 persen per tahun, Vietnam naik 1,45 persen per tahun, Filipina naik 0,32 persen.

"Sementara itu, Singapura turun 0,66 persen per tahun, Malaysia turun 3,52 persen per tahun dan yang mengalami penurunan tertinggi adalah Thailand yaitu turun 7,73 persen per tahun."

Dilihat dari produk perikanan menurut komoditas utama periode Januari-Oktober tahun 2012-2017 tren ekspor didominasi oleh jenis Cumi-Sotong-Gurita (CSG). Dilihat dari sisi nilai, ekspor CSG juga mengalami kenaikan yang paling signifikan yaitu 18,40 persen per tahun.

"Udang naik 3,24 persen per tahun, Tuna-Tongkol-Cakalang (TTC) naik 3,04 persen per tahun, Rajungan - Kepiting (RK) naik 1,12 persen per tahun, Cumi-Sotong-Gurita (CSG) naik 9,47 persen per tahun, Rumput Laut (RL) naik 1,85 persen per tahun, lainnya turun 9,25 persen per tahun."

"Tren nilai ekspor udang naik 8,26 persen per tahun, TTC turun 0,85 persen, RK naik 5,24 persen, CSG naik 18,40 persen, RL naik 4,22 persen, lainnya turun 2,52 persen," pungkas Nilanto.

Baca juga:
Bos BI prediksi ekspor dan investasi terus membaik di 2018
Impor November naik, Menko Darmin sebut tanda ekonomi membaik
Pemerintah dorong pengusaha UKM makanan minuman terapkan standardisasi pengemasan
Impor November capai USD 15,5 M, terbesar disumbang golongan mesin & pesawat mekanik
Neraca perdagangan November 2017 surplus USD 0,13 miliar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.