Ojol Rugi, Banjir Buat Konsumsi BBM Meningkat
Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono menyatakan, musibah banjir di DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir telah membawa kerugian ekonomi bagi para pengemudi ojek online (ojol). Antara lain biaya operasional yang lebih tinggi.
Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono menyatakan, musibah banjir di DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir telah membawa kerugian ekonomi bagi para pengemudi ojek online (ojol). Antara lain biaya operasional yang lebih tinggi.
"Musibah banjir di Jakarta dalam beberapa waktu belakangan memang berdampak juga nih kepada kerugian ekonomi teman-teman ojek online. Salah satunya biaya operasional jadi lebih tinggi," paparnya saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (10/11).
Igun menerangkan, meningkatnya biaya operasional yang harus ditanggung ojol akibat musibah banjir lantaran mereka harus memutar lebih jauh untuk menghindari sejumlah ruas jalan akibat banjir. Dengan begitu, konsumsi BBM akan menjadi lebih boros dibandingkan situasi normal.
"Sementara di aplikasi itu kan tarif antar penumpang maupun tetap normal, tidak ada istilah mengenal banjir. Otomatis biaya operasional jadi lebih besar saat banjir kan," terangnya.
Maka dari itu, Igun mendesak pemerintah dan stakeholders terkait untuk serius dalam menangani persoalan banjir di ibu kota. Mengingat, musibah banjir rutin terjadi saat memasuki musim penghujan.
"Jadi, harapannya persoalan banjir ini segera bisa diatasi oleh pemerintah dna pihak terkait lainnya. Karena tadi membebani masyarakat dan kita (ojol) juga," pungkasnya.
Sepanjang 2021, Pemprov DKI Terima 4.925 Laporan Terkait Banjir
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan ada 4.925 laporan soal banjir di Ibu Kota melalui kanal pengaduan pada aplikasi Jakarta Kini (JaKi). Laporan tersebut dikumpulkan selama periode Januari-Oktober 2021 dan sudah diselesaikan.
"Sebanyak 4.925 laporan terkait banjir di Jakarta berhasil diselesaikan oleh Pemprov DKI Jakarta," katanya seperti dilansir dari Antara, Senin (8/11).
Dia mengajak masyarakat Jakarta melaporkan temuan genangan dan banjir melalui kanal JakLapor di aplikasi Jakarta Kini (JaKi). Dalam unggahannya, politikus Gerindra itu juga menyertakan waktu penyelesaian laporan rata-rata kurang dari tiga hari.
Pemprov DKI Jakarta memiliki aplikasi JaKi salah satunya berisi kanal pengaduan masyarakat melalui kanal JakRespons. Masyarakat juga dapat memantau status laporannya termasuk penyelesaiannya melalui aplikasi tersebut.
(mdk/bim)