LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK minta masyarakat tidak percaya investasi imbal tinggi

"Yang namanya investasi pasti ada risikonya, mulai rendah sampai tinggi," tutur Kusumaningtuti.

2013-06-11 19:00:00
Investasi
Advertisement

Penawaran produk-produk investasi dengan iming-iming imbal hasil yang tinggi dengan risiko rendah, bahkan tanpa risiko, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sangat menyesatkan masyarakat.

Anggota Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti Sandrihamry Soetiono menilai produk investasi apapun memiliki tingkat risiko masing-masing. "Yang namanya investasi pasti ada risikonya, mulai rendah sampai tinggi," tutur Kusumaningtuti di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (11/6).

Kusumaningtuti lebih lanjut mengatakan, keterlibatan media massa dalam menawarkan produk-produk investasi, memberi kontribusi terhadap tersebarnya informasi yang salah tersebut. Menurutnya, media perlu menyikapi dan mengkaji kembali informasi produk-produk investasi tersebut agar tidak terjadi kesalahan informasi.

Advertisement

"Tawaran menarik itu juga kadang bekerjasama dengan media. Produk dengan imbal hasil yang menarik itu sering ada di majalah-majalah bagus, dan ada juga di koran serta kadang ditayangkan di TV," tuturnya.

Tugas OJK, lanjut Kusumaningtuti, adalah memberikan perlindungan dan menciptakan payung hukum yang kuat untuk perlindungan. Hal ini akan dilakukan oleh OJK mengingat masih sangat banyak masyarakat yang terlena dengan investasi berimbal hasil tinggi.

"Kita terus menguatkan pengawasan agar bisa masyarakat teredukasi dan terhindar dari adanya investasi bodong. Masyarakat harusnya menyadari dengan adanya investasi yang menawarkan return terlalu tinggi," katanya.

Advertisement

OJK juga berharap media massa yang bekerjasama dengan lembaga investasi tertentu untuk mencermati kembali dan mengkaji ulang produk investasi yang ditawarkan agar masyarakat tidak terkecoh oleh pola investasi bodong.

"Kalau dipikir-pikir kan bisa/tidak mendapatkan imbal hasil seperti itu (imbal hasil tinggi tanpa risiko). Ini sudah gejala mengecohkan konsumen keuangan atau investor. Karenanya, mandat yang diberikan kepada kita akan kita usahakan dapat melindungi masyarakat," tutur Titu.

(mdk/bmo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.