LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK Klaim Kinerja Pasar Modal RI Tetap Moncer di Tengah Ancaman Resesi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kinerja pasar modal domestik dalam negeri tetap moncer di tengah tren resesi global akibat pelemahan ekonomi dan inflasi yang tinggi, serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Bahkan, kinerja IHSG diyakini masih lebih baik ketimbang sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara

2022-10-03 16:48:50
Pasar Modal
Advertisement

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kinerja pasar modal domestik dalam negeri tetap moncer di tengah tren resesi global akibat pelemahan ekonomi dan inflasi yang tinggi, serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Bahkan, kinerja IHSG diyakini masih lebih baik ketimbang sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mencatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 1,92 persen secara month to date (mtd) ke level 7.040,80 dengan non residen mencatatkan inflow sebesar Rp3,055 triliun per 30 September 2022. Secara year to date (ytd), IHSG tercatat menguat sebesar 6,98 persen dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp69,47 triliun.

"Masih relatif solidnya kinerja perekonomian domestik turut menjaga kinerja IHSG relatif lebih baik dibandingkan negara kawasan (ASEAN) di tengah koreksi signifikan pasar keuangan global," kata Mahendra dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (3/10).

Advertisement

Di Pasar Surat Berharga Negara (SBN), non-resident mencatatkan outflow sebesar Rp18,84 triliun month to date (mtd) sehingga mendorong rerata yield SBN naik sebesar 30,10 bps mtd di seluruh tenor. Rerata yield SBN telah meningkat sebesar 79,73 bps dengan nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp150,67 triliun1.

Hingga 30 September 2022, penghimpunan dana di pasar modal masih tinggi yaitu sebesar Rp175,34 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 48 emiten. Di pipeline, masih terdapat 90 rencana Penawaran Umum dengan nilai sebesar Rp61,31 triliun.

Mahendra menambahkan, kinerja IHSG yang stabil juga ditopang oleh kinerja emiten yang meningkat. Dari 722 emiten listing saham yang telah menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan 20222, sejumlah 479 emiten (66,34 persen) menunjukkan peningkatan kinerja dengan pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 22,97 persen yoy dan peningkatan laba sebesar 74 persen yoy.

Advertisement

Sebagai upaya pendalaman pasar, Bursa Efek Indonesia mencatatkan produk baru berupa Waran Terstruktur pada 19 September 2022 dengan tiga seri Waran Terstruktur yang diterbitkan dan masing-masing ditawarkan sebanyak 30 juta unit. Hingga 30 September 2022, nilai transaksi Waran Terstruktur mencapai Rp38,44 miliar.

Baca juga:
SILO Catat Pertumbuhan Pasien Lakukan Perawatan Medis Sepanjang Semester I 2022
TICMI Luncurkan TICMIEDU, Aplikasi Edukasi Profesi Pasar Modal Pertama di Indonesia
Aktivitas Masyarakat Pulih, Dorong Pertumbuhan Bisnis Mal dan Hotel LPKR
Per 31 Agustus, Pasar Modal Indonesia Himpun Dana Rp168,7 Triliun
Riset JLL: Okupansi Kawasan Industri Cikarang Capai 93 Persen
Tumbuh, Pendapatan Siloam 2022 Diproyeksi Capai Rp8,4 T

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.