LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

November, BI catat utang luar negeri tumbuh 11,8 perdsen

Mencapai sebesar USD 294,4 miliar.

2015-01-20 09:21:11
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar USD 294,4 miliar pada November 2014 atau tumbuh 11,8 persen year on year (yoy). Itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Oktober 2014 sebesar 10,9 persen (yoy).

Utang sebesar USD 294,4 miliar itu terdiri dari utang sektor publik sebesar USD 133,9 miliar (45,5 persen) dan swasta USD160,5 miliar (54,5 persen).

"Meskipun secara tahunan mengalami akselerasi pertumbuhan, posisi ULN November 2014 turun 0,2 persen jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya karena turunnya posisi ULN swasta," papar BI dalam keterangannya, Selasa (20/1).

Advertisement

Bank sentral berpandangan, perkembangan ULN pada November 2014 dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang alami peningkatan saat pertumbuhan ULN sektor swasta melambat. ULN sektor publik tumbuh 8,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar, yakni 5,9 persen (yoy).

"Hal ini terutama dipengaruhi peningkatan kepemilikan surat utang Pemerintah oleh asing. ULN sektor publik terutama dalam bentuk surat utang (54,3 persen dari total ULN sektor publik) yang tercatat tumbuh 27,7 persen (yoy)."

Di sisi lain, ULN sektor swasta tumbuh 14,7 persen (yoy) atau lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 15,4 persen (yoy). Menurutnya, ULN sektor swasta didominasi oleh perjanjian pinjaman atau 64,6 persen dari total ULN sektor swasta, yang mencatat pertumbuhan 9,7 persen (yoy).

Advertisement

Meski alami peningkatan, BI mengklaim bahwa perkembangan ULN masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian.

"Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makroekonomi."

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.