Nobar gerhana matahari total, Planetarium gelontorkan jutaan Rupiah
Guna memenuhi antusiasme masyarakat, Planetarium menyediakan 4.700 kacamata khusus secara gratis.
Fenomena gerhana matahari total di beberapa kota merupakan kejadian langka bagi masyarakat Indonesia. Atas hal tersebut, Planetarium dan Observatorium menyediakan berbagai fasilitas agar masyarakat bisa melihat fenomena tersebut dari Jakarta.
Kepala Planetarium, Sri Yuniarti mengatakan untuk menyediakan fasilitas tersebut, perusahaan di bawah Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta ini telah menggelontorkan jutaan Rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski begitu, Yuni sendiri belum bisa menyebutkan besaran dari dana yang dikeluarkan.
"Planetarium ini kan pelat merah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jadi tidak ada yang kami komersilkan untuk pertunjukan hari ini. Semua murni dari APBD," kata Yuni di Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (9/3).
Guna memenuhi antusiasme masyarakat, Planetarium menyediakan 4.700 kacamata khusus secara gratis untuk menyaksikan gerhana matahari total di gedung Planetarium dan Observatorium. Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga menyediakan 8 teropong bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kacamata.
"Kami juga menyediakan fasilitas live streaming untuk menyaksikan langsung fenomena gerhana matahari total di berbagai kota. Jadi terserah masyarakat mau pilih yang mana," papar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto di tempat yang sama.
Baca juga:
Ini suasana gerhana matahari di Balikpapan buat masyarakat takjub
Lihat gerhana matahari di Tugu Yogya, mahasiswa ini dapat gebetan
Pakai animasi lucu, Google Doodle semarakkan gerhana matahari total
Menengok perubahan perilaku hewan saat gerhana matahari
Peneliti sebut saat gerhana matahari hewan alami kebingungan
Lain dulu lain sekarang cara warga Aceh intip gerhana matahari
Pengunjung membeludak melihat Gerhana Matahari di Ismail Marzuki