LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Nilai Tukar Rupiah Stagnan di Level Rp14.000-an per USD

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak stabil dan tak mampu meninggalkan level Rp14.000-an per USD. Hingga Penutupan perdagangan, Rupiah masih bertengger di level Rp14.088 per USD.

2019-11-26 19:04:06
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat masih bergerak stabil di level Rp14.000-an per USD. Pagi tadi, Rupiah dibuka di level Rp14.084 per USD atau menguat tipis dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.085 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak stabil dan tak mampu meninggalkan level Rp14.000-an per USD. Hingga Penutupan perdagangan, Rupiah masih bertengger di level Rp14.088 per USD.

Akhir pekan lalu, Rupiah yang ditransaksikan antarbank ditutup stagnan usai bank sentral menahan suku bunga acuan pada Kamis (21/11) lalu.

Advertisement

Rupiah ditutup stagnan di level Rp14.092 per USD seperti posisi hari sebelumnya.

Analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, ditahannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.

"Mungkin ada juga efek dari bank sentral menahan suku bunga acuannya. Tapi kami menilai keputusan BI sudah tepat," ujar Rully.

Advertisement

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 November 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 5 persen.

Bank Sentral Turunkan GWM Perbankan

Bank sentral juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah sebesar 50 bps sehingga masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4 persen, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3 persen, dan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

BI menyebut kebijakan tersebut ditempuh guna menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, pasar tampaknya masih khawatir atas status negosiasi perdagangan antara China dan Amerika Serikat.

"Selain suku bunga acuan BI, sentimen bagi rupiah hari ini masih terkait "trade war"," kata Rully.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.