LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp 14.183 per USD

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Kamis (4/4). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.191 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.223 per USD.

2019-04-04 10:21:17
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Kamis (4/4). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.191 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.223 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih lanjutkan penguatan usai pembukaan. Tercatat, nilai tukar Rupiah saat ini berada di level Rp 14.183 per USD.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mencatat bahwa nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi atau melemah terhadap Dolar AS (USD) dalam satu pekan terakhir ini. Pelemahan nilai tukar Rupiah mencapai 0,5 persen.

Advertisement

"Rupiah mengalami depresiasi selama seminggu 0,5 persen," kata dia saat ditemui di Masjid kompleks BI, Jakarta, Jumat (29/3).

Kendati demikian, secara year to date (ytd) Dody menegaskan bahwa kondisi Rupiah masih berada dalam trend yang positif. "Secara ytd masih positif apresiasi 0,9 persen," ujarnya.

Dia mengungkapkan, depresiasi Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Di mana pertumbuhan ekonomi dipastikan melambat serta Brexit yang masih belum ada kejelasan.

Advertisement

"Dan beberapa negara emerging market (berkembang) seperti Argentina mengalami tekanan Pesonya Turki juga demikian, treatment presiden membuat Lira tertekan itu secara global dari pasar keuangan ke emerging dampaknya terasa," ungkapnya.

Dody menjelaskan, kondisi Rupiah banyak dipengaruhi oleh keadaan supply dan demand di pasar. Oleh karena itu bank sentral dikatakannya akan selalu menjaga Rupiah untuk tetap berada pada fundamentalnya. Kendati demikian, dia mengakui nilai tukar Rupiah saat ini memang masih kemurahan atau undervalue.

"Jadi itu kita selalu melihat stabilitasnya mengarah menguat atau melemah tentunya sepanjang itu sesuai fundamentalnya harus kita terima. Kita melihat saat ini masih undervalue, sehingga seharusnya masih bisa lebih menguat," ujarnya.

Baca juga:
BI: Modal Asing Masuk Indonesia Capai Rp 90 Triliun Hingga Akhir Maret
Bank Indonesia: Rupiah Melemah 0,5 Persen Dalam Sepekan Terakhir
BI Sebut Rupiah Melemah Akibat Tertekan Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Menguat Tipis di level Rp 14.172 per USD
Sempat Menguat, Rupiah Kembali Melemah di Rp 14.163 per USD
Per 19 Maret 2019, Rupiah Menguat 1,05 Persen

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.