LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Level Rp14.505 per USD

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pandemi Covid-19 masih menjadi musuh terbesar dunia. Dampak dari pandemi ini merupakan mimpi buruk bagi seluruh negara termasuk Indonesia.

2021-04-06 15:40:00
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 10 poin walaupun sempat menguat 15 poin di level Rp14.505 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.515 per USD. Sedangkan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat direntang Rp14.480 hingga Rp14.520 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pandemi Covid-19 masih menjadi musuh terbesar dunia. Dampak dari pandemi ini merupakan mimpi buruk bagi seluruh negara termasuk Indonesia.

"Na’asnya, pandemi Covid-19 yang muncul sejak tahun lalu menjadikan tahun 2020 sebagai tahun terburuk bagi Indonesia dan semua negara di dunia," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Selasa (6/4).

Advertisement

Hingga saat ini, ada total 170 negara di dunia yang mengalami kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Artinya virus ini tidak pandang bulu dan menyerang semua negara baik negara maju maupun berkembang.

Bahkan, negara maju seperti Amerika Serikat pun ikut terkontraksi sangat dalam perekonomiannya. Juga kenaikan rasio utang hingga double digit. Begitu juga dengan negara Eropa yang semuanya mengalami kontraksi, sampai saat ini negara-negara di Eropa masih melakukan lock down akibat ditemukan varian baru dari Covid-19.

Untuk Indonesia, kontraksi perekonomian terdalam terjadi pada kuartal II-2020. Ekonomi pada kuartal tersebut minus hingga 5,32 persen. Ini adalah kontraksi ekonomi terdalam yang dialami Indonesia sejak krisis 1997 hingga 1998 silam.

Advertisement

"Adapun kontraksi yang terjadi di Indonesia disebabkan pembatasan sosial yang dilakukan pada saat itu. Ini menyebabkan aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat terhenti karena diharuskan menjaga jarak dan bekerja dari rumah," jelasnya.

Indonesia Perlahan Bangkit

Namun saat ini Indonesia perlahan bangkit dari keterpurukan akibat Covid-19, vaksinasi sudah dijalankan, PPKM Mikro telah berhasil menurunkan pandemi covid-19 dan terus di perpanjang. Masyarakat sudah kembali bekerja.

"Bansos tunai telah dihentikan, konsumsi masyarakat sudah menggeliat, Infrastruktur sudah mulai berjalan dan ini merupakan tanda-tanda fase pemulihan sudah mulai berjalan," kata Ibrahim.

Sementara itu, dari sisi eksternal, investor fokus pada rencana infrastruktur yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden, yang akan melibatkan peningkatan pajak perusahaan untuk membayar pengeluaran baru.

"Joe Biden akan bersedia untuk mendorong rencana infrastruktur senilai USD2 triliun tanpa dukungan dari anggota parlemen Republik jika dia tidak dapat mencapai kesepakatan bipartisan," jelasnya.

Perkembangan Covid-19, satu bagian Eropa yang menunjukkan kehidupan baru adalah Inggris. Inggris mengonfirmasi untuk membuka kembali tempat-tempat seperti penata rambut, pusat kebugaran dan restoran mulai minggu depan.

"Inggris melihat beberapa revisi yang sehat untuk data pertumbuhan PDB kuartal keempat 2020 akhir pekan lalu, menjadi 1,3 persen kuartal ke kuartal dari 1,0 persen," tandas Ibrahim.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.